Ikuti Kami :

Disarankan:

Kontainer Sampah Rusak, Sapma PP dan GMNI Kota Banjar Desak DLH Transparan Soal Anggaran

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:06 WIB
Kontainer Sampah Rusak, Sapma PP dan GMNI Kota Banjar Desak DLH Transparan Soal Anggaran
Kontainer Sampah Rusak, Sapma PP dan GMNI Kota Banjar Desak DLH Transparan Soal Anggaran. Foto: Budiana Martin.

Sejumlah mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) PP Kota Banjar bersama Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Kota Banjar mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar untuk melakukan audiensi, Rabu (22/1/2026).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Sejumlah mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) PP Kota Banjar bersama Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Kota Banjar mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar untuk melakukan audiensi, Rabu (22/1/2026).  

Ketua Sapma PP Kota Banjar, Irwan Herwanto, menyampaikan bahwa kedatangannya bertujuan mempertanyakan kondisi sarana-prasarana pengelolaan sampah, khususnya kontainer sampah yang banyak mengalami kerusakan. Dari total 46 kontainer sampah, tercatat hanya 23 unit dalam kondisi baik, 15 rusak ringan, dan 8 rusak berat.  

“Kontainer sampah yang rusak itu tidak mungkin tiba-tiba rusak. Ada kelalaian dalam pemeliharaan aset. Dampaknya jelas, pelayanan kebersihan terganggu. Sampah yang diangkut justru tercecer di jalan menuju TPA,” ujar Irwan.  

Dalam audiensi tersebut, Sapma PP dan GMI menyampaikan empat tuntutan utama yaitu mendesak DLH dan Pemkot Banjar melakukan audit pengelolaan sampah.  

Kemudian memastikan pengangkutan sampah sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM), menuntut transparansi anggaran terkait pemeliharaan aset DLH. Terakhir mengawal fakta integritas yang telah disepakati bersama agar tidak terjadi penyelewengan.  

Irwan menambahkan, pihaknya menduga ada hal-hal yang tidak sesuai ketentuan dalam pengelolaan anggaran. “Mudah-mudahan tidak terjadi penyelewengan, tapi kami akan terus mengawal,” tegasnya.  

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, mengakui adanya keterbatasan dalam pemeliharaan kontainer sampah.  

“Dari 46 kontainer, memang 23 baik, 15 rusak ringan, dan 8 rusak berat. Insya Allah ke depan akan diperbaiki secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” kata Asep.  

Ia menegaskan, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya DLH. Pihaknya berkomitmen melibatkan sekolah, lembaga besar, hingga desa dalam pengelolaan sampah agar beban DLH tidak terlalu berat.  

“Dengan keterbatasan anggaran, kami memaksimalkan perbaikan seadanya, bahkan menggunakan papan kayu sementara. Namun kami berharap pada perubahan anggaran nanti bisa dilakukan perbaikan lebih menyeluruh,” ujarnya.  

Dari pantauan, audiensi ini ditutup dengan penandatanganan fakta integritas antara DLH, Sapma PP, dan GMNI Kota Banjar. Semua pihak berkomitmen mengawal perbaikan tata kelola sampah agar pelayanan kebersihan di Kota Banjar semakin baik.  

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement