Ikuti Kami :

Disarankan:

Koperasi Merah Putih: Strategi Prabowo Subianto Bangkitkan Ekonomi Desa dan Lawan Kemiskinan

Senin, 21 Juli 2025 | 18:36 WIB
Koperasi Merah Putih: Strategi Prabowo Subianto Bangkitkan Ekonomi Desa dan Lawan Kemiskinan
Koperasi Merah Putih: Strategi Prabowo Subianto Bangkitkan Ekonomi Desa dan Lawan Kemiskinan. Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Kopdes Merah Putih, sebuah gerakan nasional berbasis koperasi desa untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat terbawah.

JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Kopdes Merah Putih, sebuah gerakan nasional berbasis koperasi desa untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat terbawah. Program ini menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam pengentasan kemiskinan desa melalui penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat akar rumput.

Peluncuran Kopdes Merah Putih dilaksanakan hari ini, Senin (21/7), sebagai wujud nyata dari Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis desa. Melalui koperasi ini, pemerintah menargetkan terbentuknya 80.000 unit koperasi di seluruh wilayah Indonesia, dengan harapan menjadi tulang punggung ekonomi desa berbasis koperasi.

Menurut Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, program ini merupakan satu dari tiga pilar utama untuk menanggulangi kemiskinan, di samping layanan kesehatan gratis dan Sekolah Rakyat. "Kopdes Merah Putih bukan sekadar koperasi, tapi mesin penggerak ekonomi desa sekaligus pelindung masyarakat dari jeratan kemiskinan struktural,” jelas Hasan.

Transformasi Desa Lewat Koperasi: Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Diluncurkan melalui Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025, Kopdes Merah Putih dirancang untuk membangun ketahanan ekonomi desa secara berkelanjutan. Program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga aparatur desa agar target pemberdayaan bisa tercapai maksimal. Seluruhnya bergerak untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan desa yang selama ini menjadi hambatan besar menuju visi Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data BPS per September 2024, sebanyak 24,06 juta warga Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan lebih dari 3,1 juta di antaranya masuk kategori miskin ekstrem. Koperasi desa Prabowo Subianto diharapkan menjadi solusi nyata untuk mengangkat kesejahteraan dari desa ke pusat.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati menegaskan, dari 80.000 unit yang direncanakan, sebanyak 103 Kopdes akan menjadi proyek percontohan nasional. “Kita ingin koperasi ini tidak hanya berdiri secara fisik, tapi benar-benar membawa manfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Kopdes Merah Putih Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Program Kopdes Merah Putih tak hanya menyentuh sisi ekonomi, tapi juga menjawab tantangan distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pangan. Dengan memperpendek rantai pasok dan menghilangkan peran tengkulak serta pinjaman ilegal, koperasi ini memberikan akses langsung petani kepada pasar dan modal yang aman.

Lebih dari itu, Kopdes Merah Putih akan dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek, hingga cold storage dan distribusi logistik. Semua fasilitas ini dirancang untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat desa dan memotong berbagai biaya distribusi yang selama ini membebani.

Koperasi Desa Prabowo Subianto: Pilar Ekonomi Baru dan Harapan Masyarakat Desa

Melalui peluncuran Kopdes Merah Putih, pemerintah menegaskan komitmennya untuk membangun sistem ekonomi desa berbasis koperasi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini bukan hanya tentang pembentukan lembaga, tapi tentang menciptakan perubahan struktural yang berpihak pada masyarakat kecil.

Dengan semangat gotong-royong dan kerja sama lintas sektor, program pengentasan kemiskinan desa lewat koperasi ini diharapkan membawa manfaat nyata: meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka jalan menuju Indonesia yang lebih makmur. Harapan besar tertumpu pada koperasi ini sebagai motor perubahan ekonomi desa yang sesungguhnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement