Ikuti Kami :

Disarankan:

Korban Pengeroyokan Geng Motor di Tasikmalaya Jalani Operasi, Begini Kronologinya

Selasa, 16 Desember 2025 | 05:25 WIB
Korban Pengeroyokan Geng Motor di Tasikmalaya Jalani Operasi, Begini Kronologinya
Korban Pengeroyokan Geng Motor di Tasikmalaya Jalani Operasi, Begini Kronologinya. Foto: Tian K.

MA (17), warga Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah anggota geng motor, pada Sabtu (13/12/2025) dini hari.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – MA (17), warga Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah anggota geng motor, pada Sabtu (13/12/2025) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Akibat kejadian itu, tangan kiri MA mengalami patah tulang dan harus menjalani tindakan operasi. Selain MA, rekannya berinisial F (17), warga Kecamatan Kawalu, yang saat itu dibonceng, juga mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus menjalani operasi.

Saat ditemui di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Senin (15/12/2025) siang, MA masih terbaring lemah di ruang perawatan Gedung Melati. Tangannya tampak terpasang gips, namun kondisinya mulai membaik dan sudah dapat berkomunikasi.

MA menuturkan, kejadian bermula saat ia bersama temannya hendak pulang usai membeli rokok di wilayah Gobras, Tamansari. Tak lama setelah keluar dari warung, mereka menyadari kendaraannya diikuti oleh sekelompok pengendara motor.

“Baru beli rokok dan mau pulang, tiba-tiba ada yang ngikutin dari belakang, sekitar empat motor,” ujar MA.

Ia menyebut, salah satu motor bahkan ditumpangi tiga orang. Menurutnya, para pelaku tidak menggunakan atribut khusus maupun knalpot bising.

“Setelah dipepet, kami langsung dilempari batu. Saya kaget dan meloncat, tangan saya kena dan patah,” katanya.

Setelah terjatuh, MA mengaku dirinya dan F kembali diserang. Salah satu pelaku disebut membawa benda keras yang diduga digunakan untuk memukul korban.

“Saya yang bawa motor. Ada yang bawa alat seperti besi. Saya pakai helm, tapi helmnya juga rusak. Jalanan sepi, ada satu mobil lewat tapi tidak berani berhenti,” ungkapnya.

Dalam kondisi terluka dan berlumuran darah, kedua korban akhirnya mendapat pertolongan dari seorang warga yang kemudian membawa mereka ke rumah sakit.

“Ada warga yang bantu, meski terlihat takut. Saya jatuh dan patah tulang, kalau teman saya dipukuli di kepala,” pungkas MA.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota telah mendatangi rumah sakit untuk meminta keterangan dari kedua korban. Keluarga korban juga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement