Ikuti Kami :

Disarankan:

KPA Banjar Soroti Penyebaran HIV/AIDS, Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat dan Media

Senin, 15 September 2025 | 10:29 WIB
KPA Banjar Soroti Penyebaran HIV/AIDS, Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat dan Media
KPA Banjar Soroti Penyebaran HIV/AIDS, Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat dan Media. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar menyoroti kondisi penyebaran HIV/AIDS yang dinilai semakin memprihatinkan. Ketua Harian KPA Banjar, Supriana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menanggulangi virus tersebut.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar menyoroti kondisi penyebaran HIV/AIDS yang dinilai semakin memprihatinkan. Ketua Harian KPA Banjar, Supriana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menanggulangi virus tersebut.

“Kami berharap kasus HIV/AIDS di Kota Banjar bisa diminimalisasi melalui peran aktif semua pihak. Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal keberlangsungan hidup manusia,” ujar Supriana, Senin (15/9/2025).

Menurutnya, tantangan utama dalam penanganan HIV/AIDS adalah stigma sosial yang masih kuat. Banyak pengidap enggan memeriksakan diri karena merasa malu atau takut dikucilkan.

"Penyakit ini sering dikaitkan dengan perilaku menyimpang, padahal penularannya bisa terjadi lewat berbagai cara, bukan hanya hubungan seksual bebas,” tambahnya.

Sekretaris I KPA Banjar, Agus Mulyana, menjelaskan HIV dapat ditularkan melalui cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu.

"Penularan bisa terjadi melalui hubungan seksual tanpa pelindung, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah tanpa skrining HIV, serta pemberian ASI dari ibu yang terinfeksi kepada bayi," kata Agus.

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dengan menjaga kesetiaan pada pasangan, menghindari penggunaan narkoba suntik, menggunakan pelindung saat berhubungan seksual, serta rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Kemudian memberikan edukasi yang membangun empati, bukan stigma. Penderita HIV adalah manusia yang juga berhak mendapat perhatian dan perlindungan. Jangan dijauhi, tapi arahkan perilakunya ke hal yang positif,” ucapnya.

Selain itu, KPA Banjar menilai media memiliki peran strategis dalam mengadvokasi kebijakan daerah terkait penanggulangan HIV/AIDS.

“Media punya kekuatan untuk mengubah persepsi. Dengan pemberitaan yang edukatif dan empatik, kita bisa bantu masyarakat memahami bahwa HIV bukan aib, melainkan tantangan kesehatan yang bisa diatasi bersama,” tutup Agus.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement