Ikuti Kami :

Disarankan:

Kreatif Seru Gada Membaca: Anak, Remaja, hingga Orang Tua Belajar Lewat Seni dan Menulis

Senin, 25 Agustus 2025 | 14:51 WIB
Kreatif Seru Gada Membaca: Anak, Remaja, hingga Orang Tua Belajar Lewat Seni dan Menulis
Kreatif Seru Gada Membaca: Anak, Remaja, hingga Orang Tua Belajar Lewat Seni dan Menulis. Foto: NewsTasikmalaya.com/Istimewa.

Komunitas Gada Membaca kembali menghadirkan suasana berbeda lewat kegiatan “Kreatif Seru” pada Minggu (24/8/2025). Acara ini menghadirkan Kak Andi Yudha Asfandiyar, alumni DKV FSRD ITB yang dikenal sebagai ilustrator, desainer, pendongeng, sekaligus pemerhati anak dan remaja.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Komunitas Gada Membaca kembali menghadirkan suasana berbeda lewat kegiatan “Kreatif Seru” pada Minggu (24/8/2025). 

Acara ini menghadirkan Kak Andi Yudha Asfandiyar, alumni DKV FSRD ITB yang dikenal sebagai ilustrator, desainer, pendongeng, sekaligus pemerhati anak dan remaja.

Andi Yudha, yang juga pendiri Picupacu Kreativitasi Indonesia serta peraih Anugerah Kreator Bandung 2024, mengajak ratusan peserta untuk berkreasi lewat dongeng, menggambar, pantomim, hingga bermain musik perkusi menggunakan peralatan sederhana seperti ember cat, galon bekas, panci, dan alat dapur lainnya.

“Peserta antusias, bergembira, tanpa sekat, dan semuanya berani. Saya yakin generasi muda yang terbiasa bergerak, kreatif, bermusik, bermain, dan berkegiatan positif lainnya akan memiliki bekal hidup yang lebih bermakna. Gada Membaca memberikan jalan untuk ini,” ujar Andi Yudha, Senin (25/8/2025).

Sebanyak 137 peserta dari berbagai kalangan ikut meramaikan acara, mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, penyandang disabilitas, guru, hingga orang tua. Suasana makin meriah dengan hadirnya door prize bagi peserta yang berani tampil, hadiah yang disiapkan khusus oleh Andi Yudha bersama tim Majlis Penggemar Rekreasi dan Silaturahmi.

Menurut Andi, hal-hal sederhana yang diberikan Allah SWT bisa menjadi bekal penting jika dimaksimalkan.

“Melalui aktivitas bergerak, bersuara, bercerita, menggambar, lahirlah banyak learning history sebagai bekal hidup,” tambahnya.

Pada siang hari, acara dilanjutkan dengan sesi Sharing Dunia Penerbitan dan Menulis bersama Ahmad Baiquni, eks CEO Penerbit Mizan Bandung sekaligus alumni Astronomi ITB 1990.

Di depan 20 peserta yang terdiri dari pengelola taman bacaan, guru, hingga mahasiswa, Ahmad menegaskan pentingnya membaca bagi seorang penulis.

“Penulis adalah pembaca yang menulis, karena tidak ada penulis yang tidak membaca,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa tulisan idealnya mampu menyelesaikan masalah atau mewujudkan cita-cita. Menurutnya, tulisan harus berlandaskan data, semangat optimis, pandangan kritis, dan imajinasi.

Ahmad juga memberi tips bagi penulis pemula, yakni memiliki role model, rajin berlatih, menguasai teknik menulis, serta mempunyai sudut pandang yang jelas.

“Setiap orang harus punya tujuan hidup yang baik agar mampu berperan dan melewati tantangan demi perubahan ke arah yang lebih baik,” tutup Ahmad Baiquni.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement