Ikuti Kami :

Disarankan:

Kunjungi Baznas Ciamis, Bappenas Soroti Keberhasilan Indeks Zakat Nasional

Jumat, 19 Desember 2025 | 15:01 WIB
Kunjungi Baznas Ciamis, Bappenas Soroti Keberhasilan Indeks Zakat Nasional
Kunjungi Baznas Ciamis, Bappenas Soroti Keberhasilan Indeks Zakat Nasional. Foto: Febrian L.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan kunjungan kerja ke Baznas Ciamis dalam rangka menggali praktik-praktik terbaik (best practice) pengelolaan zakat yang dinilai berhasil dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, pada Jumat (19/12/2025).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan kunjungan kerja ke Baznas Ciamis dalam rangka menggali praktik-praktik terbaik (best practice) pengelolaan zakat yang dinilai berhasil dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, pada Jumat (19/12/2025). 

Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas, Rosyi Wediawaty, menegaskan kunjungan tersebut berkaitan erat dengan penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN) yang kini telah masuk ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk RPJMD kabupaten dan kota.

“Kami ingin melihat langsung praktik baik yang dilakukan Baznas Ciamis. Indeks Zakat Nasional saat ini menjadi salah satu indikator dalam RPJMD, khususnya untuk pengembangan ekonomi syariah di level daerah,” kata Rosyi.

Ia menyebutkan, hingga saat ini terdapat 172 kabupaten dan kota di Indonesia yang telah memasukkan IZN ke dalam RPJMD. Namun, Ciamis menjadi daerah yang paling sering dijadikan contoh dalam berbagai forum nasional.

“Dalam setiap sosialisasi, kami selalu mendorong daerah lain mencontoh Ciamis. Informasi dari Baznas Pusat menunjukkan pengelolaan zakat di Ciamis termasuk yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Rosyi, keunggulan Ciamis terletak pada kuatnya regulasi dan sistem pengelolaan zakat yang terstruktur. Mulai dari peraturan daerah hingga kebijakan teknis di tingkat kabupaten, seluruhnya mendukung pengelolaan zakat yang akuntabel dan responsif.

“Zakat itu fleksibilitas. Ketika ada kebutuhan mendesak, dana Baznas bisa langsung digunakan. Berbeda dengan APBD yang membutuhkan proses panjang. Di Ciamis, zakat benar-benar dimanfaatkan secara cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga menyoroti keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa serta gerakan kencleng atau infak receh yang menyentuh setiap keluarga. Model ini dinilai efektif dan belum banyak diterapkan di daerah lain.

“Gerakan dari tingkat keluarga ini luar biasa. Dari recehan kecil, manfaatnya besar untuk pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan melalui beasiswa, hingga program sosial. Kampung zakat di Ciamis menjadi bukti konkret pendayagunaan zakat,” kata Rosyi.

Sementara itu, Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bappenas yang dinilainya sebagai suntikan motivasi bagi Baznas Ciamis.

“Kami mengapresiasi kehadiran Bappenas. Ini bagian dari ikhtiar bersama untuk mensejahterakan masyarakat sekaligus meningkatkan ketaatan ibadah,” ujarnya.

Lili menjelaskan, pengelolaan zakat di Ciamis selalu mengintegrasikan aspek ibadah dan pembangunan sosial dengan sinergi ulama dan umaro. Dukungan regulasi pemerintah daerah menjadi fondasi utama keberhasilan tersebut.

“Program zakat kami diarahkan untuk penanganan stunting, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, target penghimpunan zakat Baznas Ciamis tahun ini sebesar Rp24,2 miliar telah terlampaui menjadi Rp26 miliar. Meski demikian, Lili menegaskan capaian itu merupakan hasil kerja kolektif.

“Kami tidak merasa paling hebat. Yang terpenting adalah manfaatnya dirasakan masyarakat. Jika kemudian dinilai layak menjadi percontohan, itu semata karena kebermanfaatannya,” ucapnya.

Ke depan, Baznas Ciamis mendorong daerah lain berani mengalokasikan zakat, infak, dan sedekah untuk program pemberdayaan jangka menengah dan panjang, seperti desa mandiri zakat dan pembangunan rumah layak huni.

“Tidak harus langsung besar. Bisa dimulai 10 atau 30 persen untuk program produktif. Jika dikelola dengan baik, zakat mampu membangun kemandirian desa,” pungkas Lili.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement