TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Jumat (9/1/2026) pagi menjadi momen bersejarah bagi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kota Tasikmalaya. Setelah penantian panjang selama puluhan tahun, mereka akhirnya menempati markas baru yang lebih layak dan representatif untuk menunjang tugas pelayanan dan penyelamatan masyarakat.
Gedung baru Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tasikmalaya yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bungursari, resmi dimanfaatkan sebagai markas Damkar Kota Tasikmalaya. Gedung tersebut sebelumnya baru saja rampung dikerjakan dan kini difungsikan sementara untuk kebutuhan operasional Damkar.
Pantauan di lokasi, para petugas Damkar tampak bersemangat memindahkan peralatan serta armada dari markas lama di kawasan Depo Ikan, Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari. Pemindahan ini menjadi simbol awal baru bagi Damkar Kota Tasikmalaya dalam menjalankan tugas kemanusiaan yang menuntut kesiapsiagaan selama 24 jam.
Memiliki markas yang layak merupakan harapan lama para petugas Damkar. Sejak pemekaran dengan Kabupaten Tasikmalaya hingga usia Kota Tasikmalaya yang kini menginjak 24 tahun, Damkar belum pernah memiliki markas permanen dan kerap berpindah-pindah lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya atas dukungan dan kebijakan yang diberikan.
“Karena bagaimana pun sarana prasarana tugas itu adalah apalagi BPBD dan damkar yang memiliki karakteristik yang khusus dalam hal penyelamatan,” ujar Hanafi.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BPBD, Kominfo, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dalam proses pemindahan markas Damkar tersebut.
“Dan dari peralatan pun ada walaupun tidak harus melakukan pengadaan khusus bidang aset. Karena banyak mebeler di SKPD lain serta mensuport yang lama bisa kita gunakan. Khusus status gedung ini karena masih dalam pengerjaan belum selesai secara keseluruhan kurang lebih 50 persen,” ungkapnya.
Menurut Hanafi, meskipun gedung tersebut belum sepenuhnya rampung, fasilitas yang tersedia sudah memenuhi standar untuk menunjang tugas-tugas penyelamatan.
“Tapi hasil kesepakatan awal sambil berjalan gedung ini penggunaannya oleh damkar dan statusnya masih di PUTR karena belum serah terima aset tapi semuanya Pemkot. Yang penting digunakan dalam tugas, apalagi BPBD dan damkar menyangkut pelayanan publik yang sentral dan harus dipenuhi oleh Pemkot,” ucapnya.
Gedung tersebut memiliki area yang cukup luas untuk parkir armada, penyimpanan peralatan, hingga ruang istirahat personel. Bahkan, fasilitas pendukung untuk edukasi publik dan layanan posko juga telah tersedia.
“Bahkan untuk pelayanan edukasi publik sudah sangat layak, dan bangunan samping Kominfo juga bisa digunakan bersama. Terus untuk penempatan personel kita juga ada ruangan yang sudah disiapkan tapi sudah layak, serta layanan posko,” terangnya.
“Peralatan komunikasi sudah difasilitasi. Sangat layak baik dari sisi fungsi dan penempatan personel, karena mereka harus stay 24 jam,” tambah Hanafi.
Ia berharap, dengan keberadaan markas baru ini, kualitas pelayanan publik Damkar Kota Tasikmalaya dapat semakin meningkat dan respons penanganan kedaruratan menjadi lebih cepat serta efektif.
“Ini juga ada sumur. Karena ada sumur yang digunakan bisa suplay air buat damkar, memang sudah direncanakan sejak awal. Untuk armada ada empat, cuma yang kondisinya baik ada tiga unit yang digunakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Toni Antono, menjelaskan bahwa pembangunan gedung tersebut secara kontrak telah selesai, namun pengembangan lanjutan masih menunggu kepastian penggunaan definitif dan ketersediaan anggaran.
“Gedung ini rencananya tiga lantai, itu sangat tergantung anggaran, jadi satu lantai dulu. Ini pengerjaannya empat bulan, anggarannya Rp 1,6 miliar lebih,” pungkas Toni.