Ikuti Kami :

Disarankan:

Lansia di Kadipaten Tewas Dibacok saat Hendak ke Masjid, ini Kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota

Kamis, 31 Juli 2025 | 15:32 WIB
Watermark
Lansia di Kadipaten Tewas Dibacok saat Hendak ke Masjid, ini Kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. Foto: NewsTasikmalaya.com/Denden.

Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Karna (96) ditemukan tewas secara mengenaskan di Jalan Kampung Cilongkeang, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (31/7/2025) pagi. Korban ditemukan dengan luka bacok di bagian kepala.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Karna (96) ditemukan tewas secara mengenaskan di Jalan Kampung Cilongkeang, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (31/7/2025) pagi. Korban ditemukan dengan luka bacok di bagian kepala.

Jenazah Karna pertama kali ditemukan oleh seorang tukang ojek yang melintas di lokasi pada pukul 03.30 WIB. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke warga setempat, yang kemudian meneruskannya ke aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai penemuan orang tergeletak dengan luka di kepala. 

"Kami bersama tim langsung menuju lokasi dan melakukan serangkaian penyelidikan," ujar Herman.

Hasil penyelidikan mengarah pada satu orang yang diduga sebagai pelaku. "Untuk sementara, yang bersangkutan sudah kami bawa ke Polres guna pemeriksaan lebih lanjut," lanjut Herman.

Dari hasil identifikasi awal, korban mengalami luka robek terbuka di bagian kepala yang diduga akibat senjata tajam. Polisi tidak mempercayai korban tewas karena jatuh, sehingga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian.

Keponakan korban, Dadang (63), menyebut pamannya biasa keluar rumah sekitar pukul 03.00 WIB untuk ke masjid. Awalnya ia mengira korban meninggal karena terjatuh, namun setelah sorban yang menutupi kepala dibuka, tampak luka bacok cukup parah.

"Ada tiga lubang di bagian belakang kepala. Tertutup sorban, jadi awalnya dikira jatuh," kata Dadang.

Dadang menduga pelaku pembacokan merupakan tetangga korban berinisial A (70), yang dikenal sering membawa senjata tajam dan memiliki gangguan emosional.

"Sering bawa golok, kapak, pisau, dan suka marah-marah. Dibilang stres, mungkin iya," ujarnya.

Kapolsek Kadipaten, AKP Agus Rusman, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut kasus saat ini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota. 

"Sudah dilakukan olah TKP, dan penyelidikan masih terus berlangsung," ucapnya.

Jenazah korban kini berada di kamar jenazah RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk keperluan autopsi. Sementara itu, polisi terus mendalami motif pelaku serta mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement