Ikuti Kami :

Disarankan:

Longsor Tutup Jalan Alternatif Sukarame–Tanjungjaya, Warga Gotong Royong Bersihkan Material

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:31 WIB
Watermark
Longsor Tutup Jalan Alternatif Sukarame–Tanjungjaya, Warga Gotong Royong Bersihkan Material. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Jalan alternatif penghubung Kecamatan Sukarame dan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, masih tertutup material longsor hingga Senin (24/2/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Jalan alternatif penghubung Kecamatan Sukarame dan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, masih tertutup material longsor hingga Senin (24/2/2026). Akibatnya, akses tersebut belum dapat dilalui kendaraan, termasuk roda dua.

Peristiwa longsor terjadi di Kampung Sinargalih, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame, pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Warga Bersihkan Longsor Secara Swadaya

Berdasarkan pantauan di lokasi, warga setempat mulai melakukan pembersihan material longsor sejak pukul 08.00 WIB secara swadaya. Dengan menggunakan cangkul dan peralatan manual, mereka bergotong royong menyingkirkan tanah serta batu yang menutup badan jalan.

Upaya ini dilakukan agar akses jalan alternatif Sukarame–Tanjungjaya bisa kembali dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua.

Kepala Desa Sukamenak, Sukarna, menyampaikan bahwa pembersihan sudah dilakukan sejak hari pertama kejadian.

“Longsoran jalan alternatif yang menghubungkan dua kecamatan, yaitu Sukarame dan Tanjungjaya yang terjadi pada hari Minggu jam 6. Kami sudah berupaya pada hari Minggu, ada BPBD untuk melakukan pembersihan,” kata Sukarna.

Terkendala Akses Alat Berat

Menurut Sukarna, pembersihan sempat direncanakan menggunakan alat berat. Namun, kondisi jalan menuju lokasi yang sempit dan kurang memadai membuat alat berat sulit menjangkau titik longsor.

“Sehubungan dengan hari ketiga, untuk mempermudah sedikit demi sedikit agar lalu lintas kembali lancar, warga bergotong royong,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tertutupnya akses jalan alternatif tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat, terutama warga yang biasa melintas untuk bekerja maupun mengangkut hasil pertanian.

Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk mendatangkan alat berat. Namun, kendala infrastruktur menjadi hambatan utama dalam percepatan penanganan.

“Kalau secara manual mungkin cukup lama. Kami sudah melakukan koordinasi dengan polsek untuk mendatangkan alat berat, cuma kendalanya akses jalan di depan lokasi,” jelasnya.

Di tengah momentum bulan Ramadan, partisipasi warga dalam gotong royong tetap terlihat, meski jumlahnya terbatas.

Pemerintah desa berharap penanganan longsor segera tuntas agar akses penghubung dua kecamatan tersebut kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement