Ikuti Kami :

Disarankan:

Mahasiswa RKRI Demo di DPRD Kota Tasikmalaya, Soroti Anggaran Perjalanan Dinas Rp 13,27 Miliar

Rabu, 10 September 2025 | 20:08 WIB
Watermark
Mahasiswa RKRI Demo di DPRD Kota Tasikmalaya, Soroti Anggaran Perjalanan Dinas Rp 13,27 Miliar. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam DPD Rumah Kerja Relawan Indonesia (RKRI) Kota Tasikmalaya menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (10/9/2025) sore.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam DPD Rumah Kerja Relawan Indonesia (RKRI) Kota Tasikmalaya menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (10/9/2025) sore.

Aksi tersebut dipicu adanya dugaan pemborosan anggaran perjalanan dinas DPRD tahun 2025 yang mencapai Rp 13,27 miliar. Massa membawa spanduk, menyuarakan kritik, hingga membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan. Aksi ini sempat menyita perhatian pengguna jalan.

Koordinator aksi, Irham Ikhawani, menilai DPRD tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk program kerakyatan justru habis untuk hal yang dinilai tidak mendesak.

“Kami meminta anggaran perjalanan dinas dinolkan, dihapus, dan dipindahkan ke sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, atau kepentingan rakyat lainnya,” tegas Irham dalam orasinya.

Ia menambahkan, meski DPRD mengklaim telah melakukan efisiensi sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, namun fakta di lapangan anggaran tersebut tetap tercantum. “Kalau sudah efisiensi harusnya anggarannya dihapus. Tapi ini kan masih ada,” ujarnya dengan nada kesal.

Irham juga menegaskan bahwa RKRI akan terus mengawal persoalan ini. “Apabila ditemukan lagi kejanggalan, kami siap turun dengan eskalasi massa yang lebih besar,” katanya.

Setelah berorasi, massa sempat menggelar diskusi dengan pimpinan DPRD, perwakilan fraksi, serta sejumlah OPD terkait.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim, membantah tudingan adanya pemborosan anggaran. Menurutnya, persoalan ini hanya perbedaan persepsi.

“Efisiensi perjalanan dinas sudah kami laksanakan. Jadi sebetulnya ada perbedaan persepsi, seolah-olah kami tidak melaksanakan instruksi Presiden. Padahal sudah kami jalankan,” ujar Aslim singkat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement