Ikuti Kami :

Disarankan:

Makin Banyak Gedung Tinggi, Damkar Kota Tasikmalaya Butuh Mobil Tangga Pemadam

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:28 WIB
Watermark
Makin Banyak Gedung Tinggi, Damkar Kota Tasikmalaya Butuh Mobil Tangga Pemadam. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Seiring dengan semakin banyaknya gedung bertingkat yang berdiri di Kota Tasikmalaya, ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dinilai masih belum memadai.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Seiring dengan semakin banyaknya gedung bertingkat yang berdiri di Kota Tasikmalaya, ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dinilai masih belum memadai. Saat ini, peralatan yang dimiliki Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya masih sangat terbatas, terutama untuk penanganan kebakaran di gedung-gedung tinggi.

Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya hanya memiliki empat unit mobil pemadam kebakaran, itupun tidak seluruhnya dalam kondisi optimal.

“Total ada empat unit mobil pemadam. Namun tidak semuanya berfungsi dengan baik karena usia kendaraan sudah cukup tua. Saat ini satu unit sudah direkondisi, dan satu unit lagi insyaallah akan direkondisi tahun ini,” kata Hendrik, Kamis (5/2/2026) pagi.

Hendrik menambahkan, di tengah pesatnya pembangunan gedung bertingkat di Kota Tasikmalaya, Damkar masih belum memiliki mobil tangga (ladder truck) yang sangat dibutuhkan untuk penanganan kebakaran maupun evakuasi di bangunan tinggi.

“Kota Tasikmalaya saat ini sudah banyak memiliki gedung dengan ketinggian lebih dari enam lantai. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan mobil pemadam kebakaran tangga, yakni kendaraan khusus yang dirancang untuk penanganan dan penyelamatan di area ketinggian atau lokasi yang sulit dijangkau,” jelasnya.

Meski demikian, Hendrik menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini tengah berupaya untuk merealisasikan pengadaan mobil tangga tersebut, yang diperkirakan memiliki nilai anggaran sekitar Rp1 miliar. “Pimpinan saat ini sedang berjuang untuk pengadaan mobil tangga. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Terkait wacana pemisahan status Damkar dari bidang menjadi dinas tersendiri, Hendrik menilai hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan, namun harus diiringi dengan pemenuhan sarana dan prasarana terlebih dahulu.

“Kalau status dinas didahulukan tentu berat. Skala prioritas saat ini adalah pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk armada dan peralatan pendukung. Jika itu sudah terpenuhi, baru pemisahan status bisa dipertimbangkan,” tegasnya.

Keterbatasan armada dan peralatan Damkar ini menjadi perhatian penting, mengingat tingginya risiko kebakaran di kawasan perkotaan dengan kepadatan bangunan dan gedung bertingkat yang terus meningkat di Kota Tasikmalaya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement