Ikuti Kami :

Disarankan:

Melukis Harapan dari Balik Jeruji: Kisah AJ, Warga Binaan Kasus Narkoba di Lapas Tasikmalaya Sudah Ciptakan 15 Lukisan Indah

Jumat, 22 Agustus 2025 | 15:00 WIB
Melukis Harapan dari Balik Jeruji: Kisah AJ, Warga Binaan Kasus Narkoba di Lapas Tasikmalaya Sudah Ciptakan 15 Lukisan Indah
Melukis Harapan dari Balik Jeruji: Kisah AJ, Warga Binaan Kasus Narkoba di Lapas Tasikmalaya Sudah Ciptakan 15 Lukisan Indah. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Di balik dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, tersimpan kisah tentang seorang warga binaan bernama AJ. Terjerat kasus narkoba dan masuk lapas sejak 2022, ia menemukan kembali jalannya melalui kuas dan cat akrilik yang menari di atas kanvas.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Di balik dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, tersimpan kisah tentang seorang warga binaan bernama AJ. Terjerat kasus narkoba dan masuk lapas sejak 2022, ia menemukan kembali jalannya melalui kuas dan cat akrilik yang menari di atas kanvas.

Belasan lukisan lahir dari tangannya. Ada yang berupa abstrak penuh warna, ada pula pemandangan yang seolah mengajak mata berkelana. Karya-karya itu tak hanya mengisi ruang kosong di balik jeruji, tetapi juga menjadi saksi tentang bagaimana harapan bisa tumbuh di tempat yang tak terduga.

“Memang sedikit punya keterampilan itu, cuma di sini di Lapas lebih ditekuni. Bahkan kemarin coba-coba ada perlombaan dari Kanwil, dari Dirjen, pihak lapas juga Alhamdulillah memfasilitasi,” ujar AJ, Kamis (21/8/2025).

Sejauh ini, AJ sudah menciptakan 15 lukisan. Meskipun belum satupun dijual, ia berharap suatu saat karyanya bisa dikenal lebih luas.

“Harapannya buat Lapas semoga bisa lebih terus mengembangkan para bakat yang dimiliki warga binaan, dan mudah-mudahan difasilitasi terus,” ucapnya penuh harap.

Tema lukisannya pun beragam. Pemandangan kerap menjadi pilihan, meski ia tak menutup diri jika harus menyesuaikan dengan tema perlombaan. 

“Tidak pemandangan juga, kalau ikut lomba mungkin ngikut temanya juga,” tambahnya. Saat ini, ia tengah mengerjakan sebuah lukisan pemandangan yang rencananya akan dipajang di Lapas.

IMG-20250822-WA0025

Bagi AJ, melukis bukan sekadar mengisi waktu, melainkan cara untuk mengasah keterampilan sekaligus menjaga semangat. Ia percaya, hobi yang ditekuninya bisa membuka jalan baru ketika masa hukumannya usai.

Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Surya Dharma, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian memang menjadi fokus utama pihaknya. Program yang dijalankan tidak hanya seni lukis, tetapi juga barista, barbershop, otomotif, pertanian, kerajinan tangan, hingga pelatihan UMKM.

“Program ini untuk membekali warga binaan dengan keahlian yang bisa dimanfaatkan setelah bebas. Yang mengikuti pembinaan ini akan diberikan sertifikasi keterampilan, sehingga mereka punya peluang kerja lebih baik,” jelas Surya.

Ia menekankan, keterbatasan tidak seharusnya menjadi penghalang. “Dengan pembinaan ini, saya harap dapat membantu warga binaan menjadi lebih mandiri dan produktif, serta mengurangi potensi mereka untuk kembali melakukan tindak pidana,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement