Ikuti Kami :

Disarankan:

Memasuki Akhir Tahun 2025, Harga Ayam dan Cabai di Pasar Tradisional Kota Banjar Meroket

Rabu, 03 Desember 2025 | 17:58 WIB
Memasuki Akhir Tahun 2025, Harga Ayam dan Cabai di Pasar Tradisional Kota Banjar Meroket
Memasuki Akhir Tahun 2025, Harga Ayam dan Cabai di Pasar Tradisional Kota Banjar Meroket.

Memasuki akhir tahun 2025, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Kota Banjar, merangkak naik. Daging ayam ras kini menembus Rp 40 ribu per kilogram. Kenaikan ini disebut lebih tinggi dibandingkan saat momentum Lebaran.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Memasuki akhir tahun 2025, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Kota Banjar, merangkak naik. Daging ayam ras kini menembus Rp 40 ribu per kilogram. Kenaikan ini disebut lebih tinggi dibandingkan saat momentum Lebaran.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Banjar, Oyo mengungkapkan harga ayam ras terus naik dalam beberapa hari terakhir. “Awalnya Rp 38 ribu, lalu Rp 39 ribu, sekarang sudah Rp 40 ribu per kilogram,” ujarnya, Rabu, (3/12/2025).

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga tersebut, namun dampaknya terasa pada permintaan konsumen yang menurun drastis. “Biasanya belanja 5 kilogram, sekarang dikurangi,” katanya.

Tak hanya daging ayam, harga sayuran dan cabai juga ikut melambung. Nana, pedagang sayur di pasar yang sama, menyebut cabai rawit merah kini dijual Rp 100 ribu per kilogram, naik tajam dari sebelumnya Rp 60 ribu. 

“Sekarang harga-harga pada naik. Cabai rawit aja Rp 100 ribu. Mungkin di daerah pemasok sedang musim hujan, jadi barang langka,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan, harga yang mrngalami kenaikam bukan hanya ayam dan cabai rawit saja, bawang merah kini dijual Rp 48 ribu per kilogram, wortel Rp 18 ribu, dan pakcoy Rp 12 ribu per kilogram. Harga tersebut jauh di atas kondisi normal, yang biasanya hanya Rp 6 ribu untuk pakcoy.

Lonjakan harga pangan ini menambah beban masyarakat menjelang akhir tahun. Pedagang menilai kondisi pasokan yang terganggu akibat musim penghujan menjadi salah satu faktor penyebab. Sementara konsumen terpaksa mengurangi jumlah belanja untuk menyesuaikan dengan daya beli.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement