Ikuti Kami :

Disarankan:

Menjelang Akhir Tahun, Harga Daging Ayam di Pasar Cikurubuk Melonjak hingga Rp 42 Ribu per Kilogram

Selasa, 09 Desember 2025 | 17:51 WIB
Menjelang Akhir Tahun, Harga Daging Ayam di Pasar Cikurubuk Melonjak hingga Rp 42 Ribu per Kilogram
Menjelang Akhir Tahun, Harga Daging Ayam di Pasar Cikurubuk Melonjak hingga Rp 42 Ribu per Kilogram. Foto: Tian K.

Memasuki penghujung tahun 2025, harga daging ayam potong di Pasar Cikurubuk mengalami peningkatan cukup tajam. Pada Selasa (9/12/2025), harga jual di tingkat pedagang mencapai Rp 42 ribu per kilogram, naik dari kisaran Rp 35 ribu per kilogram pada periode sebelumnya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Memasuki penghujung tahun 2025, harga daging ayam potong di Pasar Cikurubuk mengalami peningkatan cukup tajam. Pada Selasa (9/12/2025), harga jual di tingkat pedagang mencapai Rp 42 ribu per kilogram, naik dari kisaran Rp 35 ribu per kilogram pada periode sebelumnya.

Aep Kobar (56), pedagang ayam potong, menyampaikan bahwa kenaikan ini sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, lonjakan harga terjadi karena pasokan dari bandar menurun, salah satunya dipicu permintaan besar dari dapur MBG.

“Harga sekarang Rp 42–43 ribu. Biasanya paling tinggi sekitar Rp 35 ribu. Pasokan dari bandar berkurang karena banyak yang diborong untuk kebutuhan MBG,” ujar Aep.

Kondisi tersebut berdampak pada daya beli masyarakat. Aep menuturkan, sebagian pembeli kini mengurangi jumlah pembelian.

“Yang biasanya beli sampai 20 kilogram, sekarang hanya 5 kilogram. Biasanya saya bisa motong 100 ekor, sekarang paling 40,” ungkapnya.

Senada dengan Aep, pedagang lainnya, Budi Sutisna (48), menyebut kenaikan harga tahun ini lebih tinggi dibanding periode akhir tahun sebelumnya.

“Betul, sekarang Rp 42 ribu. Tahun lalu menjelang tahun baru paling Rp 35 ribu. Hari-hari biasa biasanya sekitar Rp 32 ribu,” jelas Budi.

Ia menambahkan, meskipun kondisi pasar sedang sepi, harga tidak mengalami penurunan. “Biasanya kalau pasar sepi harga turun. Sekarang tidak. Setelah pasokan diserap MBG, harga-harga lain seperti sayuran dan buah ikut naik,” katanya.

Kenaikan harga ini juga dirasakan pembeli. Sulis (45), warga Paseh, mengaku terkejut saat mengetahui harga daging ayam kembali merangkak naik.

“Kaget, sudah Rp 42 ribu. Biasanya sekitar Rp 30 sampai Rp 35 ribu,” ujarnya.

Selain daging ayam, sejumlah komoditas lain turut mengalami kenaikan. Wortel kini dijual Rp 20 ribu per kilogram, naik dari Rp 10 ribu. Cabai berbagai jenis juga melambung.

Pedagang sayuran, Surya (28), menyampaikan bahwa harga cabai domba naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 90 ribu per kilogram. 

“Cabai japlah sekarang Rp 70 ribu, biasanya sekitar Rp 40 ribu. Bawang merah juga naik jadi Rp 45 ribu. Cabai merah justru turun dari Rp 60 ribu menjadi Rp 40 ribu,” jelasnya.

Kenaikan sejumlah komoditas ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga momentum pergantian tahun, seiring tingginya permintaan dan penyesuaian pasokan di tingkat pedagang.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement