Ikuti Kami :

Disarankan:

Minim Penerangan dan Rawan Kecelakaan, Warga Pelang Desak Pemerintah Perbaiki PJU di Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya

Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:18 WIB
Watermark
Minim Penerangan dan Rawan Kecelakaan, Warga Pelang Desak Pemerintah Perbaiki PJU di Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K

Warga Kampung Pelang, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memperbaiki dan mengaktifkan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Lingkar Utara.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Warga Kampung Pelang, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memperbaiki dan mengaktifkan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Lingkar Utara.

Pasalnya, jalan tersebut kerap gelap di malam hari dan rawan kecelakaan. Sejumlah pengendara bahkan dilaporkan mengalami kecelakaan fatal akibat minimnya penerangan di kawasan tersebut.

“Harapannya Jalan JB ini segera dinyalakan. Jangan tunggu sampai ada korban lagi. Sudah beberapa kali kejadian di sini, bahkan sampai menelan korban jiwa,” ungkap Heri, warga setempat, Rabu (15/10/2025).

Heri berharap Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang kebetulan berkunjung ke wilayah tersebut untuk membuka acara Raksa Budaya Santun, bisa melihat langsung kondisi gelapnya Jalan Lingkar Utara pada malam hari.

“Kami tahu ini jalan provinsi, tapi kami minta Pak Wali Kota bisa bantu menyampaikan ke pemerintah provinsi agar lampu jalan segera diperbaiki,” katanya.

Menurut Heri, PJU di sepanjang Jalan Lingkar Utara sebenarnya pernah menyala ketika Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Bendungan Leuwikeris beberapa tahun lalu. Namun setelah itu, lampu-lampu tersebut kembali padam hingga kini.

“Waktu Pak Jokowi mau lewat, lampu sempat nyala. Setelah itu mati lagi,” ujarnya.

Lebih miris lagi, Heri mengaku anaknya pernah menjadi korban kecelakaan di lokasi tersebut akibat gelapnya jalan. “Kebanyakan kecelakaan terjadi waktu subuh. Anak saya juga pernah jatuh di situ. Bahkan ada tetangga saya meninggal di perempatan itu,” tambahnya.

Selain soal penerangan, warga juga mengeluhkan distribusi bantuan sosial yang dinilai tidak merata. “Banyak pengusaha dapat bantuan, tapi yang lansia justru tidak. Kami hanya minta keadilan agar bantuan tepat sasaran,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tasikmalaya, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa PJU di Jalan Lingkar Utara masih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Itu masih jalan provinsi dan belum dilimpahkan ke kota. Jadi untuk pemeliharaannya masih menjadi tanggung jawab provinsi. Kalau nanti sudah dilimpahkan, baru bisa kami tangani,” jelas Iwan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menambahkan bahwa sebagian ruas jalan, tepatnya dari Jembatan Ciloseh hingga pertigaan Karangresik, masih menjadi aset pemerintah pusat.

“Kawasan itu masih dalam proses serah terima dari pusat ke daerah. Karena pergantian personel di pusat, prosesnya jadi belum tuntas,” kata Hendra.

Namun, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Hery Nugraha, memiliki pandangan berbeda. Ia menegaskan bahwa sepanjang Jalan Lingkar Utara sudah masuk dalam SK jalan kota.

“Statusnya sudah jalan kota. Jadi pemeliharaan mulai dari drainase, rumput, hingga fasilitas umum merupakan tanggung jawab daerah. Termasuk juga penerangan jalan yang menjadi kewenangan Dishub Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Dengan adanya perbedaan keterangan antarinstansi tersebut, warga berharap pemerintah segera memperjelas status pengelolaan Jalan Lingkar Utara dan memperbaiki PJU demi keselamatan para pengguna jalan.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement