Ikuti Kami :

Disarankan:

Minum 20 Kaplet Hexymer dan Miras, Ibu Muda di Mangkubumi Coba Akhiri Hidup Demi Rp20 Ribu untuk Susu Anaknya

Selasa, 22 Juli 2025 | 20:48 WIB
Watermark
Minum 20 Kaplet Hexymer dan Miras, Ibu Muda di Mangkubumi Coba Akhiri Hidup Demi Rp20 Ribu untuk Susu Anaknya.

Suasana sore di kawasan Perumahan Cikunir Kencana Raya, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mendadak mencekam, Selasa (22/7/2025). Seorang ibu muda berinisial DN (24) mencoba mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke tengah jalan.

Peringatan: Artikel ini memuat informasi tentang tindakan bunuh diri. Jika Anda sedang mengalami tekanan mental, stres berat, atau merasa putus asa, segera konsultasikan ke layanan kesehatan jiwa atau profesional terdekat. Anda tidak sendiri, bantuan tersedia.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Suasana sore di kawasan Perumahan Cikunir Kencana Raya, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mendadak mencekam, Selasa (22/7/2025). Seorang ibu muda berinisial DN (24) mencoba mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke tengah jalan.

Tragisnya, tindakan itu diduga dilakukan setelah sebelumnya mengonsumsi 20 kaplet obat Hexymer dan menenggak minuman keras. Dari hasil penanganan petugas, DN mengaku ditantang seseorang untuk melakukan aksi nekat itu dengan imbalan Rp20 ribu, uang yang ia butuhkan untuk membeli susu bagi keempat anaknya.

Lebih menyayat hati, dari video yang beredar di media sosial, korban sempat terlihat menangis sambil menggendong bayinya pada sore hari sebelum percobaan bunuh diri dilakukan. Aksi DN seolah menjadi jeritan pilu dari beban hidup yang terlalu berat ia tanggung seorang diri.

VideoCapture_20250722-204558

Laporan pertama diterima oleh Damkar Kota Tasikmalaya melalui call center GECE 112 dari seorang warga bernama Andi pada pukul 17.35 WIB. Regu 3 Damkar yang terdiri dari Samsudin, Fikrie, dan Ikbal langsung menuju lokasi dan tiba 13 menit kemudian. Evakuasi dimulai pukul 17.50 WIB dan berlangsung hingga 19.30 WIB.

Koordinator Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, menjelaskan, proses evakuasi melibatkan berbagai pihak, PSC 119 SiCetar Dinkes Kota Tasikmalaya, Dinas Sosial, Tagana, Polsek Mangkubumi, serta tim dari Kabupaten Tasikmalaya seperti Damkar dan SiGesit Dinkes karena lokasi berada di perbatasan dua wilayah.

“Evakuasi dilakukan sesuai SOP, dan korban langsung dibawa ke kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan,” ujar Hendrik.

Setelah diberikan obat penenang dan dilakukan pemeriksaan medis serta wawancara, korban didiagnosis mengalami depresi berat. Ia mengaku tekanan ekonomi dan kebutuhan anak-anaknya mendorongnya mengambil langkah putus asa itu.

Sementara itu, karena DN tidak memiliki BPJS dan merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya, penanganan selanjutnya dilimpahkan kepada pihak keluarga melalui koordinasi dengan Dinkes Kabupaten.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement