Ikuti Kami :

Disarankan:

Momen Hari Pahlawan, Diky Candra Ajak Masyarakat Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkot Tasikmalaya

Senin, 10 November 2025 | 13:57 WIB
Watermark
Momen Hari Pahlawan, Diky Candra Ajak Masyarakat Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkot Tasikmalaya. Foto: Dok. Tian K.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengungkapkan adanya dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Hal tersebut disampaikannya pada momentum peringatan Hari Pahlawan 2025, Senin (10/11/2025) pagi di Bale Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengungkapkan adanya dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Hal tersebut disampaikannya pada momentum peringatan Hari Pahlawan 2025, Senin (10/11/2025) pagi di Bale Kota Tasikmalaya.

Diky mengaku memperoleh informasi dari berbagai sumber terkait dugaan praktik tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penindakan hanya bisa dilakukan apabila terdapat bukti otentik dan saksi yang jelas.

“Kalau memang ada, saya justru senang sekali untuk membongkarnya. Tapi harus ada bukti dan saksi. Saya mencium informasi dari kiri-kanan, tapi tanpa bukti tentu sulit untuk bertindak,” ujar Diky.

Ia menilai, apabila benar terjadi, praktik jual beli jabatan merupakan bom waktu bagi pemerintahan. Menurutnya, hal itu dapat melahirkan aparatur yang bekerja bukan karena kompetensi dan tanggung jawab, melainkan karena faktor uang.

“Kalau itu benar terjadi, berarti pemerintah sedang menabung masalah besar. Pegawai yang lahir dari proses seperti itu akan bekerja bukan karena tanggung jawab, tapi karena uang,” tegasnya.

Diky juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan sebagai “pahlawan antikorupsi”, dengan berani mengungkapkan jika mengetahui adanya praktik tidak sehat di tubuh birokrasi.

“Kalau memang tahu dan bisa dibuktikan, ayo kita bongkar sama-sama, seperti semangat lagu Bongkar. Saya tetap berhusnuzan sesuai spirit manajemen talenta untuk mewujudkan good governance. Tapi jika ada bukti nyata terkait jual beli jabatan, pasti akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Pernyataan Diky tersebut menimbulkan beragam pertanyaan publik, terlebih setelah Pemkot Tasikmalaya melakukan perombakan besar-besaran terhadap pejabat struktural beberapa waktu lalu. Kondisi ini memunculkan spekulasi di masyarakat, apakah mutasi dan rotasi yang dilakukan murni sebagai bentuk penyegaran organisasi, atau justru terdapat kepentingan lain di baliknya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement