TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Diky Candra membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektoral RKPD 2027 yang digelar Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Rabu (3/3/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula PPIK, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum tersebut dihadiri Kepala Dinas KUMKM Perindag Sofian Z Mutaqien, Sekretaris Bapelitbangda, Ketua Kadin, para pelaku UMKM, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Diky Candra menegaskan pentingnya memperkuat penggunaan produk lokal sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya berfokus pada skala Kota Tasikmalaya, tetapi juga membangun kolaborasi di tingkat Priangan Timur.
“Kalau hanya Tasik saja mungkin kurang kuat. Kita harus bicara Priangan agar produk lokal kita punya daya saing lebih besar,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan berbagai pihak, termasuk media, untuk aktif mempromosikan potensi dan keunggulan produk UMKM Tasikmalaya. Menurutnya, promosi yang masif akan berdampak langsung pada peningkatan daya beli dan kepercayaan pasar terhadap produk lokal.
Diky mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memprioritaskan penggunaan produk lokal selama harganya kompetitif dan tidak membebani anggaran.
“Kalau harganya terjangkau, mari gunakan produk lokal. Tapi kalau terlalu mahal dan memberatkan, tentu harus disesuaikan,” katanya.
Selain penguatan produk, Diky juga menyoroti pentingnya kehadiran rumah kemasan di Kota Tasikmalaya. Selama ini, banyak pelaku usaha yang masih mengandalkan layanan kemasan dari luar daerah seperti Bandung dan Kediri.
“Ke depan harus ada rumah kemasan sendiri. Ini menjadi cita-cita agar UMKM kita lebih mandiri dan tidak tergantung daerah lain,” tegasnya.
Ia pun menargetkan penataan pasar kuliner, termasuk optimalisasi kawasan Mambo Kuliner serta penataan pedagang kaki lima (PKL). Menurutnya, regulasi yang jelas akan menciptakan persaingan usaha yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Diky juga menyinggung potensi Car Free Day (CFD) yang tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi dapat dikembangkan sebagai ruang pertumbuhan ekonomi terbuka.
Salah satu gagasan yang menjadi sorotan dalam Musrenbang tersebut adalah pengembangan Pasar Online Tasik (POT). Diky berharap setiap kecamatan di Kota Tasikmalaya memiliki platform pasar daring sendiri untuk memasarkan produk unggulan di wilayahnya.
Ia mencontohkan keberhasilan salah satu sekolah yang memiliki lapak digital tanpa memproduksi barang sendiri, melainkan menjadi penghubung bagi produk UMKM lain.
“Bayangkan kalau setiap kecamatan punya POT, seperti POT Mangkubumi atau POT Kawalu. Mereka bisa bersaing secara sehat dan menjadi pasar alternatif bagi produk-produk kelurahan di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.
Melalui Musrenbang sektoral ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap arah pembangunan ekonomi 2027 dapat semakin terfokus pada penguatan UMKM, peningkatan daya saing produk lokal, serta transformasi digital perdagangan di tingkat kecamatan.