TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan penganiayaan dan perundungan terhadap remaja perempuan di bawah umur, Sabtu (6/12/2025) sore.
Olah TKP tersebut turut didampingi anggota Polsek Manonjaya di lokasi kejadian yang berada di Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu diketahui terjadi pada Jumat (5/12/2025) siang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, proses olah TKP dimulai sekira pukul 17.00 WIB. Tim kepolisian menelusuri sebuah gubuk yang diduga menjadi lokasi para terduga pelaku melakukan aksi kekerasan terhadap korban LK (16), warga Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya potongan rambut korban yang diduga dipotong para terduga pelaku menggunakan gunting, sisa tanah yang dipakai untuk mengotori kepala korban, serta botol plastik yang digunakan untuk mengguyur kepala korban. Sementara itu, gunting yang disebut-sebut digunakan dalam aksi tersebut masih dalam pencarian petugas.
Sebelumnya, media sosial digemparkan dengan beredarnya video berdurasi satu menit yang memperlihatkan tindakan penganiayaan terhadap seorang remaja perempuan. Video tersebut diduga direkam oleh salah satu teman pelaku dan memperlihatkan korban berbaju hitam mendapat aksi kekerasan dari sejumlah perempuan lain. Rekaman itu menyebar luas, termasuk melalui akun @Mochammad Sultan Rizky P.
Dalam video tampak para terduga pelaku menjambak rambut korban, menampar, hingga mengguyur tubuhnya dengan air. Terdengar pula cacian kasar. Meski ada seorang perempuan yang meminta agar aksi dihentikan, permintaan itu tidak diindahkan. Aksi tersebut berlangsung tanpa adanya upaya melerai.
Unggahan video itu memicu kemarahan warganet. Banyak netizen menghujani komentar berisi kecaman terhadap para terduga pelaku, bahkan ada yang mengaku menghubungi nomor WhatsApp yang diduga milik salah satu pelaku.
Saat ditemui di rumahnya pada Sabtu (6/12/2025), LK menceritakan bahwa insiden itu terjadi di wilayah Kecamatan Manonjaya. "Itu kejadian setelah saya main ke rumah cowok berinisial F di wilayah Sindanggalih," tutur LK.
Ia mengaku dijemput oleh salah satu terduga pelaku berinisial A yang berpura-pura mengajaknya membeli makanan. Namun, LK justru dibawa ke sebuah gubuk di Manonjaya.
"Kayanya dijebak, karena A tidak suka saya main ke rumah F. Di lokasi itu awalnya ngobrol, tapi malah ditampar, dijambak, disiram air. Bahkan saya hampir dilempar ke kolam ikan," ungkapnya.
Akibat aksi tersebut, LK mengalami luka lebam pada bagian hidung dan pipi. Ia menyebut bahwa ada lima pelaku yang terlibat, termasuk satu orang yang merekam video.
Bibi korban, Fitriani (27), menyatakan kaget dan geram setelah melihat video keponakannya menjadi korban kekerasan.
"Baru tahu hari ini setelah lihat di Facebook. Kaget, geram juga. Keponakan saya diginiin," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu terduga pelaku berinisial M dikenal dekat dengan keluarga dan kerap menginap di rumahnya.
"Saya belum laporan, tadi sempat cari keluarga pelaku tapi tidak ketemu. Kemungkinan akan laporan hari ini," pungkas Fitriani.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti tambahan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.