Ikuti Kami :

Disarankan:

Ngabuburit Hari Ketiga Ramadan, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup di Bundaran Gobras Tasikmalaya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:36 WIB
Watermark
Ngabuburit Hari Ketiga Ramadan, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup di Bundaran Gobras Tasikmalaya. Foto: Kristian.

Kepadatan arus lalu lintas terjadi di kawasan Bundaran Gobras, Kota Tasikmalaya, pada hari ketiga bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu (21/2/2026) sore. Lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh tingginya antusiasme masyarakat yang melakukan tradisi ngabuburit serta berburu takjil di sekitar lokasi tersebut.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kepadatan arus lalu lintas terjadi di kawasan Bundaran Gobras, Kota Tasikmalaya, pada hari ketiga bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu (21/2/2026) sore. Lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh tingginya antusiasme masyarakat yang melakukan tradisi ngabuburit serta berburu takjil di sekitar lokasi tersebut.

Guna mengantisipasi kemacetan yang mengular, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya Kota yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Riki Kustiawan diterjunkan ke lokasi untuk mengatur arus kendaraan.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, menjelaskan bahwa kepadatan di kawasan Bundaran Gobras memang kerap terjadi setiap sore selama bulan Ramadan.

"Tentunya di Bundaran Gobras situasi di sore hari memang karena antusiasmenya masyarakat yang akan beraktivitas mencari untuk buka puasa akhirnya kepadatan terjadi di Bundaran Gobras," ujar AKP Riki di lokasi.

Mengingat Bundaran Gobras merupakan titik pertemuan dari empat arah utama, yakni dari arah Kawalu, Siliwangi, Linggajaya, dan Cibeureum, pihak kepolisian mengambil langkah diskresi untuk memperlancar arus. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem buka tutup secara manual.

"Karena di sini adalah simpang empat di mana arah dari Kawalu, Siliwangi, Linggajaya maupun Cibeureum itu sangat-sangat akan mengganggu lalu lintas, maka kami di sini melakukan CB (Cara Bertindak) yaitu buka tutup. Karena perempatan ini yang belum ada traffic light-nya," jelas Riki.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, AKP Riki juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan keselamatan dibandingkan kecepatan saat mengejar waktu berbuka puasa. Pihaknya meminta warga untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi kebaikan bersama.

"Tetap pakai helm, jangan ngebut-ngebut, sayangi keluarga," pungkasnya.

Hingga menjelang waktu magrib, petugas kepolisian masih berjaga di titik-titik rawan kemacetan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan lancar di tengah suasana bulan suci.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement