TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Penanganan kasus penganiayaan dan perundungan terhadap LK (16) memasuki fase penting setelah para terduga pelaku tiba di Mapolres Tasikmalaya Kota, Sabtu (6/12/2025) malam. Kedatangan mereka menjadi perhatian setelah video kekerasan yang dialami korban sebelumnya viral di media sosial.
Pantauan di lokasi, empat terduga pelaku yang terdiri atas A (19), N (18), serta dua remaja di bawah umur M (14) dan I (16), digelandang oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dan tiba sekitar pukul 22.10 WIB. Setibanya di markas kepolisian, mereka langsung dibawa ke ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk menjalani pemeriksaan intensif. Awak media tidak diperkenankan masuk ke area pemeriksaan.
Dibekuk Saat Diduga Hendak Melarikan Diri
Penangkapan keempat pelaku berlangsung di wilayah Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu malam. Mereka diduga berusaha meninggalkan wilayah setelah video kekerasan terhadap LK menyebar luas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa para pelaku diamankan oleh jajaran Polsek Cigalontang sebelum akhirnya dijemput oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Proses penjemputan berlangsung cepat setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan pada Sabtu sore di sebuah gubuk di Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya.
“Ya benar, para pelaku sudah diamankan dan sedang dibawa menuju Mapolres Tasikmalaya Kota,” ujar Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Jajang Kurniawan, pada Sabtu malam.
Olah TKP: Barang Bukti Mulai Terkumpul
Dalam olah TKP yang berlangsung sekira pukul 17.00 WIB, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat laporan korban, mulai dari potongan rambut, tanah yang diduga digunakan untuk mengotori kepala korban, hingga botol plastik yang tampak dalam rekaman video yang beredar. Sementara gunting yang digunakan untuk memotong rambut korban masih dalam pencarian.
Sebelumnya, LK mengungkapkan bahwa dirinya dijemput oleh A dengan alasan membeli makanan. Namun ia justru dibawa ke gubuk di Manonjaya. Di sana, korban mengaku ditampar, dijambak, dicecar kata-kata kasar, hingga diguyur air oleh para pelaku.
“Kayanya dijebak. A tidak suka saya main ke rumah F. Awalnya ngobrol, lalu tiba-tiba saya dipukuli dan diguyur air. Saya bahkan hampir didorong ke kolam ikan,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, LK mengalami luka lebam di hidung dan pipi. Korban menyebut ada lima orang yang terlibat, termasuk satu yang merekam video berdurasi sekitar satu menit yang menjadi viral.
Pihak keluarga korban turut melaporkan peristiwa tersebut ke polisi setelah melihat video yang beredar. Fitriani (27), bibi korban, mengaku terkejut dan marah mengetahui perlakuan yang diterima keponakannya.
“Kaget lihat videonya, geram juga. Keponakan saya diperlakukan begitu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu terduga pelaku, M, dikenal dekat dengan keluarga korban.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih memeriksa keempat terduga pelaku. Proses pendalaman motif serta peran masing-masing orang terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian terungkap secara lengkap. Polisi menegaskan penanganan perkara ini akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.