Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemkot Banjar Pangkas Paket Pelatihan Kerja 2026, Aktivis PMII: Prihatin!, Ini Bentuk Kemunduran Kebijakan

Rabu, 14 Januari 2026 | 19:14 WIB
Pemkot Banjar Pangkas Paket Pelatihan Kerja 2026, Aktivis PMII: Prihatin!, Ini Bentuk Kemunduran Kebijakan
Pemkot Banjar Pangkas Paket Pelatihan Kerja 2026, Aktivis PMII: Prihatin!, Ini Bentuk Kemunduran Kebijakan.

Aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, menyoroti kebijakan Pemkot Banjar yang memangkas jumlah paket pelatihan kerja pada tahun 2026. Dari sebelumnya 27 paket, kini hanya tersisa 9 paket.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, menyoroti kebijakan Pemkot Banjar yang memangkas jumlah paket pelatihan kerja pada tahun 2026. Dari sebelumnya 27 paket, kini hanya tersisa 9 paket.  

Ketua PMII Kota Banjar, M. Abdul Wahid, menyebut penurunan tersebut sebagai bentuk kemunduran kebijakan yang serius. Ia menilai, berkurangnya program pelatihan kerja akan berdampak langsung pada kompetensi, daya saing, dan kemandirian tenaga kerja di Banjar.  

“Kami dengan tegas menyatakan keprihatinan dan kekecewaan mendalam atas kebijakan pengurangan paket pelatihan kerja ini,” kata Wahid, Rabu (14/1/2026).  

Menurut Wahid, kebijakan itu menunjukkan kurangnya prioritas pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang handal di dunia kerja dan industri. Ia menegaskan, pelatihan kerja seharusnya menjadi langkah nyata pemerintah kota untuk meningkatkan keterampilan warga, membuka peluang kerja, sekaligus menekan angka pengangguran.  

“Penurunan jumlah paket pelatihan merupakan kemunduran nyata dalam komitmen peningkatan keterampilan dan kemandirian. Khususnya bagi pencari kerja produktif,” ujarnya.  

Atas kondisi tersebut, PMII Kota Banjar mendesak agar Pemkot menambah anggaran untuk pelatihan kerja. Hal ini dianggap penting untuk membekali tenaga kerja agar lebih terampil dan produktif.  

Sementara itu, Wali Kota Banjar Sudarsono sebelumnya berjanji akan meningkatkan dukungan anggaran pelatihan kerja melalui program berdaya lokal. 

“Sementara ini dari APBD Kota. Penambahan paket nanti kita akan lihat dulu, karena anggaran kita kan sekarang lagi efisiensi,” kata Sudarsono  

“Dukungan anggaran ke depan akan kita tingkatkan, agar program yang dulu kita janjikan kepada masyarakat terkait berdaya lokal bisa berjalan,” tambahnya.  

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement