Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemkot Banjar Peringati Hari AIDS Sedunia, Tekankan Penguatan Edukasi dan Penghapusan Stigma

Kamis, 11 Desember 2025 | 09:35 WIB
Pemkot Banjar Peringati Hari AIDS Sedunia, Tekankan Penguatan Edukasi dan Penghapusan Stigma
Pemkot Banjar Peringati Hari AIDS Sedunia, Tekankan Penguatan Edukasi dan Penghapusan Stigma. Foto: Martin.

Pemerintah Kota Banjar melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 dengan melibatkan ratusan pelajar SMA/SMK di Lapang Tenis Indoor Pendopo Kota Banjar.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Pemerintah Kota Banjar melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 dengan melibatkan ratusan pelajar SMA/SMK di Lapang Tenis Indoor Pendopo Kota Banjar.

Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS sekaligus mengingatkan pentingnya menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Penanganan HIV/AIDS bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Ini tugas kita semua,” ujar Supriana, Kamis (11/12/2025).

Ia juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan terbuka terhadap isu HIV/AIDS. Menurutnya, kolaborasi lintas elemen sangat dibutuhkan agar pencegahan serta deteksi dini dapat berjalan optimal tanpa terhambat persepsi negatif.

Rangkaian peringatan HAS tingkat kota ini diisi dengan penyuluhan kesehatan, kampanye pencegahan HIV, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemkot Banjar turut memberikan apresiasi kepada lembaga kesehatan dan tenaga non medis yang aktif mendukung program penanggulangan HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Kota Banjar, Agus Mulyana, mengatakan pihaknya terus memperkuat layanan HIV melalui ketersediaan obat antiretroviral (ARV), peningkatan kapasitas tenaga medis, serta perluasan program pencegahan berbasis komunitas.

"Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kasus baru sekaligus meningkatkan kualitas hidup ODHIV di Kota Banjar,” kata Agus.

Ia menjelaskan, peringatan HAS tahun ini terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama digelar pada 29 Oktober dengan fokus pada pembinaan kelompok berisiko dan pemeriksaan HIV, sedangkan puncak kegiatan ditujukan untuk edukasi pelajar se-Kota Banjar.

“Puncaknya hari ini kami memberikan edukasi kepada remaja pelajar untuk mencegah penularan HIV,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa stigma negatif terhadap ODHA harus ditekan, mengingat sebagian dari mereka bukan berasal dari kelompok berisiko.

“Dari 430 ODHA di Kota Banjar, beberapa di antaranya hanya ibu rumah tangga biasa, sehingga stigma negatif harus kita minimalisir,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelompok berisiko tidak dilibatkan pada acara puncak karena segmentasi kegiatan difokuskan bagi remaja pelajar. Agus menutup dengan harapan agar pelayanan terhadap ODHA di Kota Banjar dapat semakin optimal.

"Mudah-mudahan penanggulangan Odha di Banjar ini bisa maksimal dan pemerintah bisa memberikan pelayanan yang baik dalam penanganan Odha di Banjar," pungkas Agus.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement