Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemkot Tasikmalaya Dinilai Kurang Mendukung Perkembangan Sepak Bola, Komunitas Cermin: Masih Jauh dari Harapan

Senin, 12 Januari 2026 | 11:07 WIB
Pemkot Tasikmalaya Dinilai Kurang Mendukung Perkembangan Sepak Bola, Komunitas Cermin: Masih Jauh dari Harapan
Pemkot Tasikmalaya Dinilai Kurang Mendukung Perkembangan Sepak Bola, Komunitas Cermin: Masih Jauh dari Harapan. Foto: Tian K.

Momentum laga El Clasico antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Minggu (11/1/2026), dimanfaatkan Komunitas Cermin Tasikmalaya untuk menggelar diskusi bertema sepak bola dan ruang publik di Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Momentum laga El Clasico antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Minggu (11/1/2026), dimanfaatkan Komunitas Cermin Tasikmalaya untuk menggelar diskusi bertema sepak bola dan ruang publik di Kota Tasikmalaya.

Dalam diskusi bertajuk Diskusi dan Budaya yang digelar di Buleud Gallery tersebut, Komunitas Cermin menyoroti belum optimalnya peran Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dalam mendukung perkembangan sepak bola, khususnya terkait ketersediaan sarana dan prasarana lapangan.

Pembina Komunitas Cermin Tasikmalaya, Asmansyah Timutiah, mempertanyakan sejauh mana keberpihakan pemerintah daerah dalam mendukung sepak bola sebagai olahraga yang memiliki kontribusi besar terhadap indeks kebahagiaan, sportivitas, industri olahraga, hingga kesehatan masyarakat.

“Kami ingin tahu sejauh mana keberpihakan pemerintah dalam menunjang hal itu. Marena kita belum mendengan, pemerintah berinisiatif membeli lagan baru untuk proyeksi lapangan sepak bola baru sebagai bentuk keberpihakn pemkot terhadap sepak bola,” ujar Asmansyah Timutiah.

Pria yang akrab disapa Acong itu menilai, saat ini ruang bermain sepak bola bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, semakin terbatas. Bahkan, banyak lahan milik pemerintah yang sebelumnya berfungsi sebagai lapangan kini telah beralih fungsi.

“Sekarang sudah tidak ada lagi lapangan sepak bola di dekat desa/kelurahan, bahkan kecamatan juga hanya ada sebagian, sekarang anak-anak bermain di jalan kalau sepi, di kompleks perumahaannya,” ungkapnya.

Pandangan senada disampaikan Ketua Askot PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid. Ia menilai kontribusi Pemkot Tasikmalaya terhadap pengembangan sepak bola masih jauh dari harapan.

Meski mengakui adanya dukungan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Wahid menilai bantuan tersebut belum signifikan dan belum menyentuh kebutuhan mendasar sepak bola di daerah.

“Kontribusi memang ada melalui KONI, tetapi masih jauh kata merenah atau signifikan. Pak wali juga beberapa kali datang menghadiri beberapa even yang digelar PSSI, itu pun setelah diancam,” ujar Wahid sembari tersenyum.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Tatang Pahat, mendorong pemerintah agar lebih serius menambah dan mengoptimalkan ruang publik, termasuk lapangan sepak bola.

“Saat ini banyak klub dan SSB yang kesulitan mencari lapangan yang representatif karena biaya sewa yang mahal,” ucapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, mengakui bahwa penyediaan lapangan sepak bola yang representatif masih belum sesuai harapan masyarakat.

“Namun, pemerintah telah melakukan pembuatan Design Detail Enggenering (DED) untuk tiga lapangan sepak bola yang akan dibangun,” pungkas Momon.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement