Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemkot Tasikmalaya Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Viman: Semua Siap

Senin, 08 Desember 2025 | 12:30 WIB
Watermark
Pemkot Tasikmalaya Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Viman: Semua Siap. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Lapang Bale Kota, Senin (8/12/2025) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Lapang Bale Kota, Senin (8/12/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis menghadapi potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tasikmalaya.

Apel tersebut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, seperti BPBD, Damkar, Satpol PP, Dishub, Dinas PU, DLH, dan Dinkes. Tak hanya itu, unsur karang taruna serta ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya juga turut hadir dalam apel gabungan tersebut.

Kegiatan ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Usai memimpin apel, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, melakukan pengecekan sejumlah armada dan peralatan dari setiap dinas, termasuk sarana pendukung yang dimiliki BPBD.

“Kami siap siaga bencana. Tentunya kami terus berkoordinasi agar seluruh pihak siap dalam pra bencana maupun pasca bencana,” ujar Viman kepada wartawan.

Viman menegaskan bahwa seluruh armada, peralatan, serta sumber daya manusia (SDM) telah berada dalam kondisi siap untuk menghadapi kemungkinan bencana. Ia juga menekankan pentingnya penanganan tiga jenis bencana yang paling sering terjadi di Tasikmalaya, yakni banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Untuk mengantisipasi pohon tumbang, Viman menginstruksikan OPD terkait untuk mengidentifikasi zona rawan serta melakukan pemangkasan dan pengawasan secara berkala. Sementara itu, titik-titik rawan longsor juga diminta untuk segera dipetakan agar respons cepat dapat dilakukan ketika terjadi bencana.

“Untuk warga yang tinggal di daerah rawan longsor harus diberikan sosialisasi. Mereka perlu tahu prosedur evakuasi dengan jelas,” tegasnya.

Viman juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi setelah hujan deras mengguyur kota. Menurutnya, OPD teknis harus melakukan eksekusi lapangan dan pemantauan intensif, mengingat sampah masih menjadi penyebab utama banjir di sejumlah titik.

“Harus dilakukan normalisasi lintas OPD dengan BPBD sebagai koordinator, didukung PU, Perwaskim, Dinkes, dan DLH. Semua harus saling melengkapi dalam upaya penanganan bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, H. Hanafi, memastikan bahwa peralatan yang dimiliki pihaknya dalam kondisi memadai.

“Peralatan BPBD sudah banyak dan layak. Mungkin tinggal armada Damkar yang saat ini belum optimal. Namun untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana, kami dalam keadaan siap,” ujar Hanafi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement