Ikuti Kami :

Disarankan:

Perpusnas dan Pemkab Ciamis Tingkatkan Literasi Lewat Perpustakaan Sekolah hingga Desa

Jumat, 12 September 2025 | 11:31 WIB
Perpusnas dan Pemkab Ciamis Tingkatkan Literasi Lewat Perpustakaan Sekolah hingga Desa
Perpusnas dan Pemkab Ciamis Tingkatkan Literasi Lewat Perpustakaan Sekolah hingga Desa. Foto: Istimewa

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar kegiatan Penguatan Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis, Jumat (12/9/2025).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar kegiatan Penguatan Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis, Jumat (12/9/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminudin Aziz, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya, serta para pengelola perpustakaan dari sekolah, madrasah, perguruan tinggi, hingga perwakilan perpustakaan desa.

Dalam sambutannya, Prof. E. Aminudin Aziz mengapresiasi capaian Kabupaten Ciamis yang meraih predikat Kota Kecil Terbersih se-ASEAN. Menurutnya, prestasi itu mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat yang bisa menjadi modal penting dalam pengembangan literasi.

“Investasi literasi sama pentingnya dengan pembangunan fisik, hanya saja hasilnya tidak instan. Membangun manusia butuh satu generasi. Karena itu, program literasi dan penguatan perpustakaan adalah investasi jangka panjang yang harus dilakukan bersama-sama,” tegas Aminudin.

Ia menambahkan, penguatan perpustakaan harus melibatkan berbagai pihak. “Melalui forum bersama seperti ini, kita ingin tumbuh kolaborasi yang nyata, sehingga sarana dan prasarana yang telah disediakan bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyambut baik langkah Perpusnas dalam mendukung pengembangan literasi di Tatar Galuh. Menurutnya, perpustakaan tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku.

“Minat baca masyarakat harus terus ditumbuhkan, apalagi di era digitalisasi saat ini yang membuat orang lebih banyak menonton video daripada membaca. Bacaan positif akan membentuk karakter generasi, sedangkan bacaan yang salah justru merusak moral. Maka perpustakaan harus hadir sebagai solusi,” kata Herdiat.

Herdiat juga menyoroti dampak negatif teknologi, termasuk meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak.

“Pengawasan anak tidak cukup hanya di sekolah, tapi harus ada pengendalian dari orang tua di rumah. Literasi adalah salah satu jalan untuk membangun ketahanan moral,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Taufiq Abdul Gani yang juga Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpusnas, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

“Tujuannya bukan sekadar workshop teknis, tetapi membangun kolaborasi bersama agar sarana dan prasarana yang sudah diberikan benar-benar bisa dioptimalkan oleh sekolah, madrasah, perguruan tinggi, hingga perpustakaan desa,” jelas Taufiq.

Melalui kegiatan ini, Ciamis diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah bersih dan nyaman di tingkat ASEAN, tetapi juga unggul dalam budaya literasi. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Perpusnas, lembaga pendidikan, dan masyarakat diyakini dapat melahirkan generasi literat yang berdaya saing tinggi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement