Ikuti Kami :

Disarankan:

Pipa Utama Lapuk, Ribuan Pelanggan Perumdam Tirta Anom Banjar Terancam Gangguan Air Bersih

Sabtu, 22 November 2025 | 15:26 WIB
Pipa Utama Lapuk, Ribuan Pelanggan Perumdam Tirta Anom Banjar Terancam Gangguan Air Bersih
Pipa Utama Lapuk, Ribuan Pelanggan Perumdam Tirta Anom Banjar Terancam Gangguan Air Bersih. Foto: Martin.

Ribuan pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar terancam mengalami gangguan layanan air bersih. Sebanyak 21 kilometer pipa utama distribusi, yang menjadi jalur vital penyaluran air ke sambungan rumah (SR) pelanggan, kini dalam kondisi lapuk dan membutuhkan revitalisasi mendesak.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Ribuan pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar terancam mengalami gangguan layanan air bersih. Sebanyak 21 kilometer pipa utama distribusi, yang menjadi jalur vital penyaluran air ke sambungan rumah (SR) pelanggan, kini dalam kondisi lapuk dan membutuhkan revitalisasi mendesak.

Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, menyampaikan bahwa pipa yang telah berusia puluhan tahun tersebut kerap mengalami kebocoran sehingga berdampak langsung pada kualitas layanan kepada pelanggan.

“Pipa utama penyalur air bersih ke pelanggan kondisinya sudah lapuk dan sering terjadi kebocoran. Hal itu yang menyebabkan gangguan terhadap pelayanan,” ujar Fitrah usai ekspose rencana kerja tahun 2026, Sabtu (22/11/2025).

Kebocoran yang terjadi secara berulang bukan hanya menyebabkan pemborosan air hasil produksi, tetapi juga membuat tekanan air menjadi tidak stabil. Akibatnya, suplai air ke beberapa wilayah pelanggan sering terganggu. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi krisis layanan air bersih apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumdam Tirta Anom memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp30 miliar. Namun, Fitrah menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta dana tunai, melainkan dukungan pemerintah daerah berupa pembangunan infrastruktur pipa.

"Bantuan penyertaan modal ini, kita tidak meminta anggarannya tapi kita ingin sebagai penerima manfaat dari pembangunan saluran pipanya,” jelasnya.

Mengingat besarnya kebutuhan biaya dan keterbatasan anggaran daerah, Perumdam mengusulkan skema revitalisasi bertahap. Program ini direncanakan berlangsung dari 2026 hingga 2028 agar tidak membebani APBD dalam satu tahun anggaran.

Pada tahap awal tahun 2026, Perumdam menargetkan pembangunan sekitar 8 kilometer pipa baru. Jika alokasi anggaran tidak mencukupi, rencana akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Fitrah menekankan bahwa revitalisasi jaringan pipa sepanjang 21 kilometer merupakan langkah strategis untuk menjamin hak dasar masyarakat atas air bersih, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat kesehatan lingkungan.

“Merevitalisasi jaringan yang telah tua ini harus bisa dilaksanakan agar setiap tetes air bersih dapat sampai ke rumah warga dengan lancar dan efisien untuk tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Upaya revitalisasi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan layanan air bersih dan memastikan masyarakat mendapatkan akses air yang layak secara berkelanjutan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement