Ikuti Kami :

Disarankan:

Polisi Dalami Kasus Keracunan Massal Siswa SMPN 4 Pamarican, 5 Masih Dirawat

Selasa, 30 September 2025 | 16:08 WIB
Watermark
Polisi Dalami Kasus Keracunan Massal Siswa SMPN 4 Pamarican, 5 Masih Dirawat. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Polres Ciamis terus mendalami kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis. Peristiwa ini terjadi setelah para siswa menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025) pagi.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Polres Ciamis terus mendalami kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis. Peristiwa ini terjadi setelah para siswa menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025) pagi.

Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, menjelaskan hingga Selasa (30/9/2025) jumlah siswa yang masih menjalani perawatan tinggal lima orang. Mereka dirawat di tiga lokasi berbeda, yakni satu siswa di Puskesmas Banjarsari, dua siswa di Puskesmas Pamarican, serta dua lainnya di RSUD Banjar.

“Alhamdulillah kondisi anak-anak sudah membaik. Tinggal 5 orang yang masih dirawat. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi, karena tujuan program SPPG sejatinya untuk meningkatkan gizi anak-anak kita agar lahir generasi penerus bangsa yang hebat,” ujar Hidayatullah.

Kapolres menambahkan, dapur penyedia makanan yang diduga bermasalah telah dibekukan sementara.

“Sudah keluar surat dari Badan Gizi Nasional untuk pemberhentian sementara operasional dapur yang bersangkutan,” tegasnya.

Penyelidikan kasus ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Puslabfor Polri dengan atensi langsung dari Bareskrim.

“Masih dalam penyelidikan. Kami dalami apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan. Tentu butuh waktu, tidak bisa selesai dalam 1-2 hari. Puslabfor dan tim dari Bareskrim sudah turun tangan,” jelas Kapolres.

Kasus keracunan bermula saat 52 siswa kelas VII dan VIII SMPN 4 Pamarican mengalami mual, pusing, hingga lemas setelah menyantap menu MBG berupa ayam goreng, sayuran, tahu, dan lauk pauk lainnya sekitar pukul 10.00 WIB. Beberapa siswa harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Salah satu korban, Nazwa, siswa kelas VII B, mengaku sempat mencium bau tak sedap dari makanan yang dikonsumsinya.

“Setelah makan ayam dan sayuran, banyak teman mulai sakit perut. Saya juga merasa mual dan pusing,” ungkapnya.

Dari total 608 murid SMPN 4 Pamarican, sekitar 52 orang terdampak langsung dan telah mendapat penanganan medis. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak sekolah bersama Muspika Pamarican, Polri, TNI, dan tim kesehatan menghentikan distribusi MBG ke kelas lain sambil menunggu hasil penyelidikan resmi.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement