Ikuti Kami :

Disarankan:

Polres Ciamis Ajak Sekolah dan Wartawan Bersatu Cegah Anarkisme Pelajar

Kamis, 02 Oktober 2025 | 16:13 WIB
Polres Ciamis Ajak Sekolah dan Wartawan Bersatu Cegah Anarkisme Pelajar
Polres Ciamis Ajak Sekolah dan Wartawan Bersatu Cegah Anarkisme Pelajar. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian L.

Polres Ciamis menggelar forum diskusi yang mempertemukan aparat kepolisian, organisasi guru, sekolah, dan insan pers untuk membahas dua isu krusial: pencegahan aksi anarkisme di kalangan pelajar dan penerapan kode etik jurnalistik. Kegiatan berlangsung di Aula Pesat Gatra Polres Ciamis, Kamis (2/10/2025).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Polres Ciamis menggelar forum diskusi yang mempertemukan aparat kepolisian, organisasi guru, sekolah, dan insan pers untuk membahas dua isu krusial: pencegahan aksi anarkisme di kalangan pelajar dan penerapan kode etik jurnalistik. Kegiatan berlangsung di Aula Pesat Gatra Polres Ciamis, Kamis (2/10/2025).

Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengawasi aktivitas pelajar, terutama di luar jam sekolah. Ia menilai aksi anarkisme yang melibatkan siswa kerap muncul akibat lemahnya pengawasan dari keluarga maupun pihak sekolah.

“Guru dan orang tua harus lebih peka. Jangan sampai pelajar terseret pada ajakan atau mobilisasi yang tidak jelas, termasuk potensi intimidasi antar pelajar,” kata Hidayatullah.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, memaparkan data kasus terbaru terkait demonstrasi di DPRD Ciamis pada 30 Agustus 2025 lalu. Dari 38 orang yang diamankan, mayoritas masih berstatus pelajar.

“Kami mendapati adanya grup WhatsApp khusus yang digunakan untuk memprovokasi dan mengajak anak sekolah melakukan pengerusakan,” ungkap Carsono.

Dari sisi media, organisasi wartawan juga mengingatkan pentingnya kode etik dalam menyajikan informasi.

Ketua PWI Ciamis, Anthika Asmara, menegaskan jurnalis harus mengedepankan hati nurani dan tidak menulis berita yang justru menimbulkan kepanikan.

“Kalau ada oknum yang mengaku wartawan datang ke sekolah, jangan panik. Pastikan dulu medianya jelas, hadapi dengan tenang, dan jawab seperlunya,” ujarnya.

Senada, Ketua IJTI Galuh Raya, Yosep Trisna, menambahkan bahwa selain kode etik jurnalistik, produk siaran media juga diikat oleh aturan KPI. 

“Narasi yang disampaikan media harus jernih, mendidik, dan tidak memicu keresahan,” katanya.

Forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara aparat, sekolah, dan media dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda serta membangun iklim informasi yang sehat di tengah masyarakat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement