Ikuti Kami :

Disarankan:

Puskesmas Banjar II Minta Maaf Usai Tolak Ambulans untuk Warga Kejang

Minggu, 28 September 2025 | 18:54 WIB
Watermark
Puskesmas Banjar II Minta Maaf Usai Tolak Ambulans untuk Warga Kejang. Foto: Martin

Kepala Puskesmas Banjar II, dr Devi Utari, akhirnya angkat bicara terkait insiden penolakan permintaan ambulans untuk warga Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga pasien bernama Dede (65) yang mengalami kejang-kejang.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Kepala Puskesmas Banjar II, dr Devi Utari, akhirnya angkat bicara terkait insiden penolakan permintaan ambulans untuk warga Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga pasien bernama Dede (65) yang mengalami kejang-kejang.

Insiden tersebut menuai sorotan publik setelah keluarga pasien terpaksa mencari alternatif lain untuk membawa Dede ke rumah sakit karena ambulans puskesmas tidak dapat dipinjamkan. Penolakan itu disebut mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) Puskesmas Banjar II.

“Saya selaku Kepala Puskesmas Banjar II, bersama seluruh jajaran pegawai, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Neglasari, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan khususnya kepada Pak Dede serta keluarga atas kejadian kemarin,” kata dr Devi dalam keterangannya, Minggu (28/9/2025).

Devi mengaku sangat menyesal atas keputusan tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Kami memastikan peristiwa ini tidak akan terjadi lagi. Ke depannya, kami akan lebih responsif dan profesional dalam memberikan pelayanan, terutama dalam kondisi darurat,” tegasnya.

Selain itu, Devi juga berharap agar kondisi kesehatan Dede yang kini dirawat di rumah sakit segera pulih. “Mudah-mudahan Pak Dede lekas sembuh. Kami sekali lagi memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Permintaan maaf ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Banjar II sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Kota Banjar.

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement