Ikuti Kami :

Disarankan:

Realisasi Pajak Opsen PKB di Kota Banjar Capai 60 Persen dari Target Tahunan

Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:26 WIB
Watermark
Realisasi Pajak Opsen PKB di Kota Banjar Capai 60 Persen dari Target Tahunan.

Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, mencatat realisasi penerimaan pajak opsen dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp5,9 miliar hingga 12 Agustus 2025. Angka ini setara dengan 60,27 persen dari target tahunan sebesar Rp9,8 miliar.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, mencatat realisasi penerimaan pajak opsen dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp5,9 miliar hingga 12 Agustus 2025. Angka ini setara dengan 60,27 persen dari target tahunan sebesar Rp9,8 miliar.

Pajak opsen PKB merupakan bagian dari pajak kendaraan yang dibagi antara pemerintah kota dan provinsi, di mana 40 persen masuk ke kas Pemerintah Kota Banjar dan 60 persen ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan layanan publik, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga subsidi pendidikan.

Menurut Kepala Bidang Pendapatan BPKPD Kota Banjar, Jody Kusmajadi, capaian ini tidak lepas dari strategi jemput bola yang dilakukan pihaknya bersama P3DW Kota Banjar. Tim secara rutin mendirikan stan pembayaran pajak di sejumlah titik strategis, seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan kawasan padat kendaraan.

“Kami tidak hanya memfasilitasi pembayaran, tapi juga melakukan pemeriksaan dan edukasi langsung di lapangan,” ujar Jody, Kamis (14/8/2025).

Langkah tersebut memudahkan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau tinggal jauh dari kantor Samsat. Warga juga dapat melakukan pembayaran langsung di lokasi tanpa harus mengantre panjang.

Berdasarkan data per Juli 2025, terdapat 67.472 unit kendaraan terdaftar di Kota Banjar, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan dinas berpelat merah. Jumlah tersebut menjadi dasar penetapan target penerimaan pajak sebesar Rp9,8 miliar.

Meski demikian, tingkat kepatuhan pajak masih menjadi tantangan. Masih terdapat sejumlah kendaraan yang belum membayar pajak, sehingga diperlukan upaya intensif untuk menjangkau para pemiliknya sekaligus menjaga kepatuhan wajib pajak yang sudah taat.

"Dengan strategi yang terus dimatangkan dan sinergi kuat antara BPKPD dan Samsat, kami optimis bisa menembus target bahkan melampauinya sebelum tutup tahun," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement