TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) di Kota Tasikmalaya mulai menuai beragam tanggapan dari masyarakat, khususnya para pengendara.
Sebagian besar pengendara menilai sistem pembayaran digital tersebut memberikan kemudahan dan lebih praktis dibandingkan metode tunai. Hal ini disampaikan Leksi (32), pengendara roda dua yang ditemui di kawasan Jalan HZ Mustofa, Rabu (8/4/2026).
“Lebih bagus dan efektif. Kadang kita tidak punya uang receh, jadi dengan QRIS ini lebih memudahkan,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah perkembangan era digital, inovasi seperti ini memang sudah seharusnya diterapkan, termasuk dalam sektor pelayanan parkir. Ia juga berharap sistem tersebut bisa diperluas ke berbagai titik di Kota Tasikmalaya.
“Harapannya jangan hanya di satu lokasi saja, tapi bisa diterapkan di semua titik supaya lebih tertib dan juga bisa meningkatkan PAD,” tambahnya.
Pendapat serupa disampaikan Eki (28), pengendara lainnya yang mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya dalam menghadirkan sistem pembayaran parkir berbasis digital.
“Bagus, jadi tidak bingung lagi kalau mau bayar parkir. Ini langkah yang positif,” katanya.
Meski demikian, Eki mengingatkan agar penerapan sistem non-tunai tidak dilakukan secara menyeluruh tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat. Menurutnya, masih ada sebagian warga yang belum terbiasa menggunakan metode pembayaran digital.
“Tidak semua orang paham QRIS, jadi sebaiknya tetap disediakan juga area parkir tunai di setiap lokasi,” sarannya.
Dengan berbagai tanggapan tersebut, penerapan parkir QRIS di Kota Tasikmalaya dinilai sebagai langkah maju dalam digitalisasi layanan publik. Namun, sosialisasi dan penyesuaian di lapangan tetap diperlukan agar sistem ini dapat berjalan optimal dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.