TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ribuan warga Kampung Awiluar, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, tumpah ruah ke jalanan pada Minggu (8/2/2026) pagi. Mengenakan berbagai atribut unik, masyarakat setempat menggelar karnaval dan pawai ta’aruf untuk membuka rangkaian Imtihanan MDTA Tajul Islamiyah sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.
Kemeriahan pawai ini terlihat dari panjangnya iring-iringan yang melintasi rute Kampung Awiluar, Lemburwarung, Cibodas, Ciwasmandi, Pagergunung, hingga kembali ke titik awal. Barisan terdepan dipimpin oleh Marching Band Warga Rahayu Awiluar, disusul oleh ratusan murid madrasah, santri Pondok Pesantren Riyadlushsorfiyyah, serta kontingen kreasi seni dari sepuluh RT di wilayah RW 01 dan 02.
Kreativitas warga menjadi magnet utama dalam hajat tahunan ini. Berbagai penampilan ditampilkan secara totalitas, mulai dari teatrikal restorasi petani yang melibatkan ibu-ibu berkebaya, hingga replika mesin pertanian dari kardus dan perahu pacu jalur yang tengah viral. Karakter fiksi seperti Mak Lampir dan Naga Bayangan turut muncul di antara barisan seni kuda lumping dan miniatur masjid, menciptakan perpaduan budaya tradisional dan modern yang menghibur.
Mewakili Ketua Panitia Imtihan 2026, Hendi Mulyadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya di atas panggung utama. Ia memuji kerja keras seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan acara sejak tahap persiapan.
"Saya mewakili Ketua Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung Imtihanan 2026 yang begitu meriah ini, mulai dari pra-pelaksanaan sampai sekarang acara inti yaitu pelaksanaan pawai. Mudah-mudahan kebaikan warga masyarakat semuanya diganti oleh Allah SWT dengan yang lebih baik," ujar Hendi dalam sambutannya.
Hendi juga mengingatkan warga untuk tetap menjaga kondusivitas selama sepekan ke depan. "Mari kita tertib dalam kegiatan imtihan ini, mari kita meriahkan bareng-bareng. Kita juga sekaligus menyambut bulan Ramadan. Mudah-mudahan seminggu ke depan menjadi acara yang semeriah mungkin," tambahnya.
Di sisi lain, tokoh pemuda Awiluar, Ook Komarudin, yang akrab disapa Oks Banget, menegaskan bahwa acara ini merupakan simbol kekuatan sosial masyarakat setempat. Ia menilai tingginya antusiasme warga dalam berkreasi adalah modal utama dalam menjaga kerukunan.
"Gelaran Karnaval Imtihan adalah suatu event yang dimiliki masyarakat sebagai wujud persatuan dan kesatuan warga Awiluar. Ini dibuktikan dengan antusiasme tinggi melalui ide-ide kreasi seni yang menarik, sehingga acara ini sangat patut dipertahankan. Intinya, ini budaya yang harus dijaga sebagai sarana untuk mempersatukan warga," ungkap Ook.
Rangkaian acara secara resmi dibuka dengan prosesi gunting pita oleh sesepuh pondok pesantren, Ustaz Aceng Turmudzi. Seluruh kreativitas RT yang tampil dalam pawai ini nantinya akan dinilai oleh dewan juri, dan pemenangnya akan diumumkan pada malam puncak Sabtu mendatang. Selama satu minggu ke depan, panggung utama akan terus diisi dengan penampilan seni dari murid madrasah dan santri setempat.