Ikuti Kami :

Disarankan:

Ricuh Karnaval di Indihiang Tasikmalaya Berujung Damai Lewat Musyawarah

Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:52 WIB
Ricuh Karnaval di Indihiang Tasikmalaya Berujung Damai Lewat Musyawarah
Ricuh Karnaval di Indihiang Tasikmalaya Berujung Damai Lewat Musyawarah.

Kericuhan yang terjadi saat karnaval memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, akhirnya diselesaikan melalui musyawarah. Pertemuan berlangsung di GOR Kelurahan Sirnagalih pada Minggu (17/8/2025) siang hingga sore.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kericuhan yang terjadi saat karnaval memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, akhirnya diselesaikan melalui musyawarah. Pertemuan berlangsung di GOR Kelurahan Sirnagalih pada Minggu (17/8/2025) siang hingga sore.

Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota, IPTU Jajang Kurniawan, menjelaskan bahwa musyawarah digelar sejak pukul 13.20 WIB hingga 16.10 WIB. Pertemuan tersebut mempertemukan warga Kampung Sirnagalih RW 03 dengan warga Kampung Cipapagan RW 05 yang sebelumnya terlibat kesalahpahaman saat kegiatan pawai.

Musyawarah dihadiri Ketua RW 03, Ketua RW 05, Panit Intelkam Polsek Indihiang, Lurah Sirnagalih, Bhabinkamtibmas, Babinsa Koramil Indihiang, serta warga sekitar 15 orang. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara musyawarah mufakat dan kekeluargaan.

“Kedua belah pihak membuat surat pernyataan di atas materai, sepakat tidak akan menuntut serta berkomitmen mempererat silaturahmi,” kata IPTU Jajang.

Sebelumnya, kericuhan pecah saat arak-arakan karnaval pada Minggu pagi. Dua kelompok warga terlibat saling pukul dan lempar batu. Rekaman video insiden tersebut sempat viral di WhatsApp.

Akibat peristiwa itu, satu gerobak milik warga rusak dan seorang nenek bernama Nina mengalami luka ringan di pinggang terkena lemparan batu. Bahkan seorang polisi yang berjaga juga terkena lemparan saat berusaha melerai.

Salah satu warga, Ihsan, pemilik gerobak, menuturkan ia langsung mengevakuasi sekitar 20 ibu-ibu dan anak-anak ke dalam rumahnya demi keselamatan. Sementara Nina mengaku syok karena terkena lemparan batu cukup besar ketika sedang dalam perjalanan pulang.

Situasi akhirnya bisa dikendalikan setelah aparat Polsek Indihiang bersama Koramil turun tangan menemui tokoh masyarakat dan ulama setempat.

Dengan tercapainya kesepakatan damai melalui musyawarah, diharapkan kejadian serupa tidak lagi terulang dalam kegiatan masyarakat di Kota Tasikmalaya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement