Ikuti Kami :

Disarankan:

Rumah Bilik Dede di Tamansari Tasikmalaya Dihuni Empat Jiwa, Belum Punya MCK dan Terancam Roboh saat Hujan

Selasa, 22 Juli 2025 | 15:26 WIB
Watermark
Rumah Bilik Dede di Tamansari Tasikmalaya Dihuni Empat Jiwa, Belum Punya MCK dan Terancam Roboh saat Hujan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Sebuah rumah berukuran 5x3 meter di Kampung Sindangsari, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, menjadi tempat tinggal empat anggota keluarga dalam kondisi yang memprihatinkan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Sebuah rumah berukuran 5x3 meter di Kampung Sindangsari, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, menjadi tempat tinggal empat anggota keluarga dalam kondisi yang memprihatinkan. Rumah milik Dede Yayat (32) ini terbuat dari bilik bambu dan ditutupi atap asbes, tanpa fasilitas MCK layak, dan berdiri di atas tanah milik orang lain.

Dede tinggal bersama istrinya Yuyun (37), anaknya Aditya (9), dan adik perempuannya Shela (14). Mereka sudah menempati rumah tersebut sejak awal 2000-an. Keterbatasan ruang dan banyaknya barang membuat rumah terasa sempit dan tidak nyaman. Bangunan pun terlihat rapuh, sehingga menimbulkan rasa cemas, terutama saat hujan turun disertai angin kencang.

“Kalau hujan dan angin besar, kami khawatir rumah roboh,” kata Dede saat ditemui, Selasa (22/7/2025) pagi.

Adik Dede telah ikut tinggal bersamanya sejak duduk di bangku kelas 4 SD, setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia. Di rumah itu, tidak tersedia kamar mandi, toilet, atau tempat mencuci. Untuk keperluan mandi, Dede dan keluarganya harus berjalan cukup jauh ke arah sawah untuk mengambil air dari sumur.

Dalam keseharian, Dede mengandalkan usaha kerajinan sandal rumahan untuk menghidupi keluarga. Ia memproduksi dan menjual sandal keliling ke warung-warung atau emperan, dengan harga Rp 120 ribu per kodi untuk sandal dewasa, dan Rp 100 ribu untuk sandal anak. Dari satu kodi, ia mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 70 ribu.

“Istri saya bekerja membantu orang lain sambil mengurus anak. Kalau saya, bikin sandal dan jual keliling, sampai ke Cisaga dan Karangnunggal,” ungkapnya.

Dede menyebut selama ini pemerintah setempat sudah beberapa kali memberikan bantuan. Namun, kendala utama saat ini adalah status tanah yang bukan milik pribadi. Lokasi rumahnya berdiri di atas tanah milik kerabat.

“Harapannya, ada bantuan untuk status tanah ini, karena memang milik keluarga tapi belum atas nama sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, telah mengunjungi kediaman Dede dan memberikan bantuan secara langsung.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement