Ikuti Kami :

Disarankan:

Sabtu Pagi Mencekam di Pagerageung: Sekeluarga Ditemukan Bersimbah Darah, Diduga Dibacok Menantu

Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:53 WIB
Watermark
Sabtu Pagi Mencekam di Pagerageung: Sekeluarga Ditemukan Bersimbah Darah, Diduga Dibacok Menantu.

Suasana mencekam menyelimuti Desa Sukadana, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu (19/7/2025) pagi. Lima anggota keluarga ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka serius, diduga akibat dibacok oleh menantu mereka sendiri.

Disclaimer: Artikel ini mengandung informasi tentang kekerasan fisik atau psikis yang mungkin sensitif bagi sebagian pembaca. Pembaca disarankan untuk bijak dalam menyikapi informasi ini. Jika Anda mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan, segera laporkan ke pihak berwenang atau cari bantuan dari lembaga perlindungan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Suasana mencekam menyelimuti Desa Sukadana, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu (19/7/2025) pagi. Lima anggota keluarga ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka serius, diduga akibat dibacok oleh menantu mereka sendiri.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa rumah yang menjadi tempat kejadian telah dipasangi garis polisi. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota bersama Polsek Pagerageung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sebelumnya, petugas sempat mendatangi rumah sakit untuk mengecek kondisi para korban sebelum menuju TKP.

Insiden yang terjadi sekira pukul 05.30 WIB ini langsung membuat geger warga sekitar. Para korban kini tengah menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan. Tiga korban dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, satu di Klinik Suryalaya, dan satu lainnya di RS Prasetya Bunda. Dua korban di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Salah seorang warga bernama Jaka (75), yang turut membantu mengevakuasi korban, menceritakan awal mula ia mengetahui peristiwa tersebut.

“Awalnya gak tahu, saya lagi ngopi di rumah, pas itu ada ribut-ribut, minta tolong-tolong pak Omo pingsan, saya langsung ke rumahnya. Pas saya lihat udah pada pingsan, kondisinya berdarah semua,” kata Jaka di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.

Ia menambahkan bahwa seluruh anggota keluarga ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan mengalami luka parah di berbagai bagian tubuh.

“Itu sekeluarga. Pak Omo pas saya lihat ada di tengah rumah, lukanya kepala, kalau putranya jidatnya, anaknya di kamar, istrinya di kamar. Luka istrinya lebih parah, tulangnya udah kelihatan bahkan hampir putus. Ini di RSUD dr. Soekardjo,” ucapnya.

Menurut Jaka, dua korban lainnya, anak dan istri terduga pelaku, sedang menjalani perawatan di tempat berbeda.

“Dua korban lagi gak di sini. Anaknya di Prasetya Bunda umur 1 tahun, satu lagi istri terduga pelaku di Klinik yang ada di Suryalaya,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku diduga adalah menantu dari salah satu korban, berinisial A, yang sempat menginap di rumah mertuanya sehari sebelum kejadian. Terduga pelaku juga disebut mengalami gangguan kejiwaan.

“Iya dicuragai menantunya. Karena pas malam ada nginep, pas kejadian gak ada. Itu emang agak sakit. Biasanya ke kota merantau ke Jawa,” ujarnya.

Pihak kepolisian membenarkan peristiwa ini dan langsung melakukan tindakan setelah mendapat laporan dari warga. Perwira Pengawas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Arif Sholeh, menjelaskan bahwa aparat dari berbagai satuan telah diterjunkan ke lokasi.

“Iya betul, kami mendapatkan laporan dari warga terutama dari Polsek Pagerageung bahwasannya di wilayahnya di Desa Sukadana, Kecamatan Pagerageung adanya penganiayaan oleh seorang yang diduga ODGJ terhadap keluarga terutama mertua laki-laki dan istri, anaknya, dan istrinya,” ucap Iptu Arif Sholeh.

Ia juga membenarkann bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas berbeda.

“Sekarang korban sebanyak 5 orang, tiga orang di RSUD dr. Soekardjo, istri terduga pelaku di Suryalaya, anak terduga pelaku di Prasetya Bunda,” ungkapnya.

Mengenai kondisi korban, Arif menyampaikan bahwa dua korban masih dalam kondisi kritis.

“Untuk kondisi di RSUD untuk pak Omo sama istrinya sekarang kritis belum sadarkan. Luka-lukanya parah, terutama istrinya di leher, pak Omo di tangan,” terang dia.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Polres Tasikmalaya Kota, dan proses pencarian terhadap pelaku masih berlangsung.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement