Ikuti Kami :

Disarankan:

Saluran Air Pecah Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya, Dua Hektar Lahan Pertanian Tertimbun

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 10:34 WIB
Saluran Air Pecah Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya, Dua Hektar Lahan Pertanian Tertimbun
Saluran Air Pecah Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya, Dua Hektar Lahan Pertanian Tertimbun. Foto: Istimewa

Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Kampung Setiamulya, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (24/10/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Kampung Setiamulya, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (24/10/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut menyebabkan kerusakan cukup luas di area pertanian milik warga.

Menurut laporan dari warga setempat, longsor diduga terjadi akibat pecahnya saluran air di sekitar area persawahan. Debit air yang tinggi membuat tanah di lereng area tersebut menjadi labil hingga akhirnya longsor menimbun sebagian besar lahan pertanian.

“Diduga karena saluran air yang jebol, tanah di sekitar area sawah menjadi jenuh air dan akhirnya longsor. Luasnya sekitar dua hektar,” ungkap Bobby, salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan data sementara, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena lokasi longsor berada cukup jauh dari permukiman warga. Namun, kerugian material dilaporkan meliputi satu unit saung sawah yang tertimbun material tanah serta lahan pertanian dan kebun seluas kurang lebih dua hektar yang terdampak.

Selain itu, akses jalan setapak menuju area perkebunan juga terputus, sehingga aktivitas warga untuk menuju lahan pertanian menjadi terhambat.

Petugas dari pemerintah desa, Polsek Cisayong, bersama warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pembersihan awal. Hingga kini, proses penanganan masih dilakukan secara bergotong-royong oleh masyarakat dibantu aparat.

Warga diimbau agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih sering diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat di kawasan perbukitan untuk memperhatikan sistem drainase dan pengelolaan air di area pertanian. Kondisi tanah yang jenuh air akibat curah hujan tinggi dapat memperbesar risiko longsor, terutama di wilayah dengan kemiringan lahan yang curam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap kerusakan lahan dan upaya normalisasi jalur yang terdampak.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement