Ikuti Kami :

Disarankan:

Sampah di Kota Banjar Menumpuk, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Selasa, 06 Januari 2026 | 12:43 WIB
Watermark
Sampah di Kota Banjar Menumpuk, Warga Keluhkan Bau Menyengat. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin

Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Banjar. Kondisi tersebut menimbulkan aroma tidak sedap dan dikeluhkan warga sekitar.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Banjar. Kondisi tersebut menimbulkan aroma tidak sedap dan dikeluhkan warga sekitar.

Penumpukan sampah terjadi lantaran selama tiga hari berturut-turut, sampah rumah tangga tidak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akibatnya, volume sampah di TPS melebihi kapasitas hingga berserakan ke luar area penampungan.

Pantauan di beberapa lokasi, termasuk TPS di sekitar Terminal Kota Banjar, menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Sampah dalam kantong plastik maupun yang terbuka memenuhi bak penampungan dan meluber ke pinggir jalan. Sisa makanan serta material organik yang membusuk mengeluarkan bau menyengat dan mengundang lalat serta binatang pengganggu lainnya.

“Biasanya setiap pagi sampah sudah diangkut. Tapi sudah tiga hari ini dibiarkan menumpuk dan baunya sangat mengganggu. Kami khawatir bisa menjadi sumber penyakit,” ujar Sari (38), warga sekitar TPS, Selasa (6/1/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, membenarkan adanya keterlambatan pengangkutan sampah. Ia menjelaskan, penumpukan tersebut disebabkan belum cairnya anggaran operasional, khususnya untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) armada pengangkut.

“Anggaran untuk BBM kendaraan pengangkut sementara ini belum keluar. Saat ini sedang kami carikan solusi agar pengangkutan bisa segera kembali normal,” kata Asep.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga dirasakan oleh para petugas kebersihan. Aktivitas pemilahan sampah di TPS terganggu karena volume sampah yang terus bertambah dan jauh melampaui kapasitas penampungan.

Jika tidak segera ditangani, akumulasi sampah berpotensi menimbulkan masalah yang lebih serius. Selain mengancam kesehatan masyarakat akibat bau dan pencemaran lingkungan, tumpukan sampah juga berisiko menyumbat saluran air saat hujan, yang dapat memicu genangan hingga banjir lokal.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement