Ikuti Kami :

Disarankan:

Santri di Mangkubumi Meninggal, Pihak Pesantren Tegaskan Korban Anak Baik dan Tidak Pernah Dibully

Sabtu, 13 September 2025 | 14:39 WIB
Santri di Mangkubumi Meninggal, Pihak Pesantren Tegaskan Korban Anak Baik dan Tidak Pernah Dibully
Santri di Mangkubumi Meninggal, Pihak Pesantren Tegaskan Korban Anak Baik dan Tidak Pernah Dibully. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Kabar duka menyelimuti sebuah pondok pesantren di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Seorang santri berinisial MA (17) ditemukan meninggal pada Kamis (11/9/2025) sore.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kabar duka menyelimuti sebuah pondok pesantren di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Seorang santri berinisial MA (17) ditemukan meninggal pada Kamis (11/9/2025) sore.

Muncul kabar simpang siur bahwa korban mengalami perundungan. Namun pihak pesantren dengan tegas membantah isu tersebut. Mereka menegaskan bahwa MA adalah santri yang berperilaku baik, rajin belajar, serta memiliki hubungan harmonis dengan sesama santri maupun masyarakat sekitar.

“Sehari-hari korban memang tidak ada kelakuan buruk atau nakal. Bahkan di kelas itu paling baik, duduk di bangku paling depan, rajin, dan jarang ngobrol. Saking baiknya, anak itu selalu membereskan sandal santri meski tidak diminta. Jadi isu bullying itu saya kira tidak benar,” ujar Dewan Kyai Ponpes Mangkubumi, Nandang Ali Nurjaman, Sabtu (13/9/2025).

Pihak pesantren mengaku sangat terkejut dan berduka atas peristiwa ini. Setelah kejadian, mereka langsung mendatangi keluarga korban untuk memberikan dukungan moral.

“Kami ikut mendoakan, membantu pemakaman, dan mengadakan tahlil akbar untuk almarhum. Keluarga pun menerima musibah ini dengan ikhlas,” tambah Nandang.

MA diketahui merupakan santri kelas 11 SMK dan sudah setahun terakhir menimba ilmu di pesantren tersebut. Sebelumnya, ia juga pernah mondok di pesantren lain.

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga, korban pertama kali ditemukan oleh pasangan suami istri saat melintas di area pemakaman keluarga. Aparat Polres Tasikmalaya Kota bersama tim identifikasi segera mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP, sebelum membawa jenazah ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi memastikan penyelidikan masih berlangsung. Namun pihak pesantren berharap masyarakat tidak terprovokasi isu yang belum tentu benar. “Yang jelas, almarhum adalah anak baik dan bukan korban perundungan,” tegas Nandang.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement