Ikuti Kami :

Disarankan:

Seorang Nenek Alami Luka di Pinggang saat Perang Batu pada Karnaval HUT ke-80 RI di Indihiang Tasikmalaya

Minggu, 17 Agustus 2025 | 14:36 WIB
Seorang Nenek Alami Luka di Pinggang saat Perang Batu pada Karnaval HUT ke-80 RI di Indihiang Tasikmalaya
Seorang Nenek Alami Luka di Pinggang saat Perang Batu pada Karnaval HUT ke-80 RI di Indihiang Tasikmalaya.

Perayaan karnaval memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Kota Tasikmalaya berujung ricuh. Kericuhan terjadi antara dua kelompok warga di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, pada Minggu (17/8/2025) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Perayaan karnaval memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Kota Tasikmalaya berujung ricuh. Kericuhan terjadi antara dua kelompok warga di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, pada Minggu (17/8/2025) pagi.

Dalam kericuhan tersebut, seorang nenek bernama Nina menjadi korban lemparan batu hingga mengalami luka ringan di bagian pinggang. Saat ditemui di lokasi, ia mengaku masih syok atas kejadian itu.

"Ini batu kena ke pinggang, mengalami luka ringan. Cuma sakitnya lumayan ya, batunya juga lumayan agak besar," ucap Nina.

Ia menuturkan, kericuhan pecah sekitar pukul 10.00 WIB saat dirinya sedang berada di pinggir jalan membawa termos. "Kaget sekali. Udah disuruh berhenti sama saya juga, tapi tetap aja ricuh. Yang duduk juga malah ikut pada lempar," katanya.

Menurutnya, lemparan batu terjadi cukup masif bahkan mengenai aparat kepolisian yang berusaha melerai. "Perang batu tadi banyak, ukuran batu lumayan lah. Polisi juga kena lempar, dia sendirian menangani kericuhan," ujarnya.

Nina berharap perayaan kemerdekaan tidak lagi diwarnai bentrokan. "Ya kaget lah, saya masih syok. Ini hari kemerdekaan bukannya diisi dengan kegiatan positif, malah tawuran. Mudah-mudahan ke depannya pada sadar," ungkapnya.

Selain korban luka, satu gerobak milik warga juga mengalami kerusakan. Pemiliknya, Ihsan, mengaku sempat mendengar kaca pecah sebelum melihat kericuhan pecah.

"Awalnya saya tidak tahu persis, cuma dengar suara kaca pecah, lalu ada yang melempar ke arah gerobak," katanya.

Ihsan menambahkan, dalam kondisi ricuh itu dirinya langsung mengevakuasi warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak.

"Banyak ibu-ibu sama anak-anak di jalan, saya evakuasi masuk ke rumah. Ada sekitar 20 orang yang saya selamatkan," ujarnya.

Ia juga membenarkan bahwa perang batu berlangsung cukup intens. "Batu berterbangan ke mana-mana, sampai ke tempat jualan. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih dewasa," tuturnya.

Aparat Polsek Indihiang bersama Koramil segera turun tangan dengan menemui tokoh masyarakat, pemuda, dan ulama setempat untuk mendinginkan suasana serta mencari solusi penyelesaian konflik.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement