Ikuti Kami :

Disarankan:

Seribu Kios di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Tutup, Diky Candra: Jangan Sampai Pasar Mati Suri

Senin, 19 Januari 2026 | 10:20 WIB
Watermark
Seribu Kios di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Tutup, Diky Candra: Jangan Sampai Pasar Mati Suri. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K

Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya kian memprihatinkan. Dari total 2.772 kios dan los, sekitar 1.000 unit dilaporkan telah tutup atau gulung tikar. Situasi ini terlihat jelas di Blok B-2, di mana hampir 40 persen kios tidak lagi beroperasi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya kian memprihatinkan. Dari total 2.772 kios dan los, sekitar 1.000 unit dilaporkan telah tutup atau gulung tikar. Situasi ini terlihat jelas di Blok B-2, di mana hampir 40 persen kios tidak lagi beroperasi.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menyebut Pasar Cikurubuk saat ini tengah menghadapi tantangan besar akibat ketatnya persaingan dengan pasar modern serta pesatnya pertumbuhan belanja online.

Menurut Diky, perubahan pola belanja masyarakat menuntut pasar tradisional untuk segera melakukan penyesuaian, baik dari sisi pelayanan, pengelolaan, maupun strategi promosi agar tidak semakin ditinggalkan pembeli.

Ia juga menyoroti lemahnya sistem promosi Pasar Cikurubuk sebagai salah satu faktor utama sepinya pengunjung. Padahal, pasar tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat perdagangan di wilayah Priangan Timur.

“Saat ini aktivitas perdagangan di Pasar Cikurubuk masih didominasi oleh agen. Karena itu dibutuhkan strategi promosi yang lebih terarah dan berkelanjutan agar pasar kembali ramai,” ujar Diky, Senin (19/1/2026).

Lebih lanjut, Diky menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pedagang untuk mencari solusi bersama. Ia menilai, berbagai persoalan seperti retribusi hingga kenyamanan berdagang perlu dibahas secara terbuka.

“Harus duduk bersama dengan para pelaku pasar. Bisa jadi ada keberatan soal retribusi atau persoalan lain yang perlu diselesaikan bersama,” katanya.

Selain itu, pembenahan infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Diky menyebut fasilitas penunjang seperti kondisi jalan, drainase, hingga keamanan pasar turut memengaruhi minat pengunjung untuk datang ke Pasar Cikurubuk.

“Kondisi ini sudah kami sampaikan kepada jajaran internal pemerintah daerah untuk disusun kajiannya sebagai bahan diskusi dan pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Diky pun berharap Pasar Cikurubuk tidak mengalami kondisi mati suri dan semakin ditinggalkan oleh pedagang maupun pembeli. Menurutnya, dengan langkah yang tepat, pasar tradisional kelas A tersebut masih memiliki peluang besar untuk kembali bangkit dan berkembang.

“Setelah dilakukan pembahasan dan diskusi, kita bisa melihat langkah ke depan agar pasar tradisional ini tetap eksis dan tidak kehilangan fungsinya sebagai pusat ekonomi rakyat,” pungkas Diky.

 

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement