TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk penanganan kebencanaan kini hanya tersisa sekitar Rp50 juta. Nilai tersebut dinilai jauh dari ideal, mengingat dalam beberapa hari terakhir wilayah Kota Tasikmalaya terus dikepung bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan data BPBD Kota Tasikmalaya, sejak 1–15 November 2025 tercatat 184 titik bencana, 22 kejadian, dan 207 kerusakan. Dari jumlah tersebut, rumah warga menjadi yang paling terdampak, dengan total 141 unit rumah rusak.
Menanggapi kondisi BTT yang hampir habis, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi sekaligus mempertimbangkan pergeseran anggaran untuk kebutuhan tanggap darurat bencana.
Menurut Viman, langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan anggaran yang tersisa dapat digunakan secara tepat, efektif, dan efisien dalam penanganan bencana di Kota Tasikmalaya.
“Kita akan melihat dan memproses kondisinya. Jika memang diperlukan untuk tanggap bencana, maka BTT akan kita geser sesuai kebutuhan,” kata Viman di Bale Kota, Selasa (25/11/2025) pagi.
Viman menegaskan bahwa pergeseran BTT nantinya akan mempertimbangkan situasi di lapangan serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.
“Mana saja yang bisa digeser, karena ini untuk masyarakat juga, untuk tanggap bencana, dan untuk memberikan rasa aman bagi warga Kota Tasikmalaya,” ujarnya.