Ikuti Kami :

Disarankan:

SMK Yasira Cijeungjing Ciamis Hanya Sambut Satu Siswa Baru, Nurmalita Tetap Semangat Belajar Sendiri

Jumat, 18 Juli 2025 | 20:37 WIB
SMK Yasira Cijeungjing Ciamis Hanya Sambut Satu Siswa Baru, Nurmalita Tetap Semangat Belajar Sendiri
SMK Yasira Cijeungjing Ciamis Hanya Sambut Satu Siswa Baru, Nurmalita Tetap Semangat Belajar Sendiri. Foto: NewsTasikmalaya.com/Istimewa.

Di tengah euforia penerimaan siswa baru di berbagai sekolah, SMK Yasira di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, menghadapi kenyataan berbeda. Tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini hanya menerima satu siswa baru.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Di tengah euforia penerimaan siswa baru di berbagai sekolah, SMK Yasira di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, menghadapi kenyataan berbeda. Tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini hanya menerima satu siswa baru.

Ruang kelas yang biasanya dipenuhi deretan bangku kini hanya diisi satu kursi. Adalah Nurmalita, satu-satunya siswa baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) seorang diri. Meski tanpa teman seangkatan, Nurmalita tetap menunjukkan semangat tinggi untuk belajar.

“Meski sendiri, saya tetap semangat belajar. Tidak jadi penghalang,” ucapnya, Jumat (18/7/2025).

Setiap pagi, ia datang ke sekolah dengan seragam rapi dan tekad kuat untuk meraih cita-cita menjadi seorang desainer. Nurmalita memilih Jurusan Tata Busana karena minat besarnya terhadap dunia mode sejak duduk di bangku MTs.

Meski hanya sendiri di kelas X, Nurmalita tidak benar-benar merasa kesepian. Ia dibimbing langsung oleh guru dan kerap berinteraksi dengan para kakak kelas. Saat ini, total siswa aktif di SMK Yasira hanya 14 orang, terdiri dari satu siswa kelas X, sepuluh siswa kelas XI, dan tiga siswa kelas XII.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Melia Pujianti, mengakui animo pendaftar tahun ini menurun drastis meskipun pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya promosi.

“Kami sudah berupaya promosi ke berbagai SMP, tapi hanya satu siswa yang mendaftar,” kata Melia.

Untuk menarik minat calon siswa, pihak sekolah masih membuka pendaftaran dan menawarkan berbagai kemudahan, antara lain bebas biaya SPP dan pungutan bulanan, sragam batik gratis dan Beasiswa serta program orang tua asuh bagi siswa kurang mampu. Namun demikian, kebijakan pemerintah yang memperbesar daya tampung sekolah negeri hingga 50 siswa per kelas disebut sebagai salah satu penyebab menurunnya peminat sekolah swasta, termasuk SMK Yasira.

Padahal, SMK Yasira memiliki jurusan unggulan Tata Busana yang tergolong langka di Kabupaten Ciamis. Hanya beberapa sekolah seperti Hepweti, Rajadesa, dan Yasira yang menyediakan jurusan tersebut.

“Banyak alumni kami langsung bekerja di industri garmen di Tasikmalaya, tapi peminatnya tetap minim. Ini ironi,” ujar Melia.

Ia berharap pemerintah, terutama di tingkat provinsi, dapat memberikan perhatian lebih terhadap sekolah-sekolah kecil yang masih berjuang mempertahankan eksistensinya.

"Kami siap menerima siapa pun yang ingin bergabung. Di sini ada tiga ruang kelas yang siap digunakan,” pungkas Melia.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement