TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Sebuah spanduk berwarna hitam dengan tulisan besar “ARI WALI KOTA GEUS GAWE?” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Kalau Wali Kota Sudah Kerja?” menarik perhatian pengguna jalan di pusat Kota Tasikmalaya.
Spanduk itu terpasang mencolok di simpang empat Jalan Nagarawangi, tepat di dekat Tugu Asmaul Husna, Jalan HZ Mustofa, yang dikenal sebagai salah satu titik paling ramai di kota ini.
Di bagian atas spanduk, terpampang tiga logo serial anime One Piece, sedangkan di bagian bawah tertulis kalimat: “Membentangkan spanduk ini, karena kenyataan terlalu pahit untuk dimengerti.” Pesan bernada satir tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan warga, apakah ini merupakan bentuk protes atau sindiran terhadap kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Pantauan tim NewsTasikmalaya.com di lokasi pada Minggu (10/8/2025) sekira pukul 02.30 WIB, spanduk masih terpasang rapi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku atau teridentifikasi sebagai pemasang spanduk tersebut.
Aldi Permana (29), warga Jalan Ahmad Yani yang kebetulan melintas, mengaku langsung memperhatikan spanduk tersebut.
“Saya tadi lewat ke sini memang sudah ada, kalau yang pasangnya tidak tahu ya. Saya juga ini mau foto, bagus sih ini sebagai protes terkait Wali Kota,” ujarnya.
Menurutnya, pemasangan di lokasi strategis tersebut cukup berani. “Yang pasangnya berani ya, ini kan pusat kota, banyak orang yang melintas ke sini,” tambahnya.
Hal serupa diungkapkan Yusuf Ramdani (30), warga Gunungsabeulah. Ia mengaku penasaran siapa yang berani memasang spanduk itu di tengah kota.
“Kebetulab saya lewat, baru saja saya lihat spanduknya, langsung heran saja, ini siapa yang pasang? Soalnya jarang ada spanduk seperti ini di pusat kota. Pasti banyak yang penasaran,” katanya.
Keberadaan spanduk ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga, baik yang melihat langsung maupun melalui foto yang mulai beredar di media sosial. Meski belum jelas siapa pemasangnya, pesan yang dibawa spanduk tersebut sudah cukup untuk menarik perhatian publik.