Ikuti Kami :

Disarankan:

SPBU Padayungan Tasikmalaya Sempat Beroperasi Padahal Ditutup Sementara, Pertamina: Bukan Pertalite tapi Pertamax

Selasa, 04 November 2025 | 13:50 WIB
Watermark
SPBU Padayungan Tasikmalaya Sempat Beroperasi Padahal Ditutup Sementara, Pertamina: Bukan Pertalite tapi Pertamax. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) khusus roda dua di SPBU 34.46109 Jalan Perintis Kemerdekaan, Padayungan, Kota Tasikmalaya, yang sebelumnya ditutup akibat temuan Pertalite tercampur air, sempat kembali beroperasi pada Selasa (4/11/2025) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) khusus roda dua di SPBU 34.46109 Jalan Perintis Kemerdekaan, Padayungan, Kota Tasikmalaya, yang sebelumnya ditutup akibat temuan Pertalite tercampur air, sempat kembali beroperasi pada Selasa (4/11/2025) pagi.

Pantauan di lokasi sekira pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan roda dua sempat terlihat mengular di depan mesin pengisian tersebut. Padahal, sehari sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah menegaskan bahwa layanan pengisian Pertalite di SPBU itu ditutup sementara usai hasil pemeriksaan menunjukkan adanya campuran air dalam tangki penyimpanan.

Tak lama berselang, mesin pengisian tersebut kembali ditutup. Pihak SPBU memasang kertas pengumuman bertuliskan “Sedang Dalam Perbaikan” di dispenser khusus roda dua.

Menanggapi hal itu, Sales Brand Manager Pertamina wilayah Tasikmalaya–Pangandaran, Faizal Fahd, menjelaskan bahwa layanan BBM di SPBU Padayungan memang ditutup sementara untuk proses perbaikan.

“Sampai dengan sekarang SPBU tersebut masih belum menyalurkan Pertalite lagi karena sedang dalam perbaikan,” ujar Faizal saat dikonfirmasi awak media, Selasa (4/11/2025).

Faizal juga membenarkan bahwa dispenser untuk roda dua sempat beroperasi kembali, namun bukan untuk pengisian Pertalite, melainkan Pertamax.

“Izin yang dibuka itu hanya untuk pengisian Pertamax, bukan Pertalite. Saat shelter khusus motor digunakan, kami kembali tutup sementara untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan hal serupa. Ia memastikan bahwa pengisian BBM yang sempat dilakukan adalah Pertamax, bukan Pertalite.

“Itu tadi ngisi Pertamax. Karena satu mesin ada dua shelter, yakni satu Pertamax dan satu Pertalite. Kami tutup lagi supaya tidak ada kesalahpahaman atau framing yang tidak benar,” ucapnya.

Sebelumnya, SPBU Padayungan menjadi sorotan setelah video viral memperlihatkan sejumlah kendaraan mogok usai mengisi Pertalite yang diduga tercampur air.

PT Pertamina pun langsung menutup layanan Pertalite di SPBU tersebut dan membuka posko pengaduan untuk menindaklanjuti keluhan konsumen.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement