Ikuti Kami :

Disarankan:

Stok Beras Bulog Priangan Timur Aman hingga Februari 2026 Mendatang

Kamis, 18 September 2025 | 17:23 WIB
Stok Beras Bulog Priangan Timur Aman hingga Februari 2026 Mendatang
Stok Beras Bulog Priangan Timur Aman hingga Februari 2026 Mendatang.

Perum Bulog Sub Divre Priangan Timur memastikan stok cadangan beras di wilayah kerjanya aman hingga Februari 2026. Persediaan ini mencakup wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran, yang sebagian besar bersumber dari hasil serapan gabah petani lokal.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Perum Bulog Sub Divre Priangan Timur memastikan stok cadangan beras di wilayah kerjanya aman hingga Februari 2026. Persediaan ini mencakup wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran, yang sebagian besar bersumber dari hasil serapan gabah petani lokal.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Ciamis, Dadan Irawan, menyebut saat ini total beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 34.528,6 ton, termasuk 160 ton beras impor tahun 2024 yang sudah siap edar.

“Alhamdulillah, stok yang kita miliki saat ini sangat mencukupi dan diperkirakan aman hingga Februari tahun depan,” ujar Dadan, Kamis (18/9/2025).

Bulog menargetkan serapan gabah petani tahun 2025 sebanyak 58.148 ton. Hingga kini, serapan sudah terealisasi 100 persen melalui pembelian gabah basah langsung dari petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

“Serapan gabah ini kunci utama menjaga stok dan stabilisasi harga di tingkat konsumen,” kata Dadan.

Untuk mendukung distribusi, Bulog Priangan Timur memiliki empat gudang induk di Garut, Tasikmalaya Kota, Ciamis, dan Banjar. Gudang-gudang ini berfungsi bukan hanya sebagai penyimpanan, tetapi juga pusat distribusi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Dengan stok yang tersedia, Bulog memastikan pasokan juga aman untuk mendukung program bantuan pangan pemerintah.

“Cadangan beras yang dimiliki saat ini juga aman untuk mencukupi kebutuhan empat jenis program bantuan pangan pemerintah selama empat bulan ke depan,” jelas Dadan.

Bulog juga menjamin kualitas beras yang disalurkan. “Kualitas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kita adalah beras jenis medium yang layak konsumsi. Itulah yang kita salurkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ketersediaan beras hingga awal 2026 ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di Priangan Timur. Kolaborasi dengan pemerintah daerah serta komitmen membeli hasil panen petani dengan harga layak disebut sebagai faktor utama keberhasilan.

“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan cadangan tetap aman dan distribusi berjalan tepat sasaran,” tutup Dadan.

Dengan kepastian ini, masyarakat Priangan Timur dipastikan tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan atau lonjakan harga beras dalam beberapa bulan ke depan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement