Ikuti Kami :

Disarankan:

Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Mulai Bergerak Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan MBG di Cipatujah

Rabu, 01 Oktober 2025 | 17:36 WIB
Watermark
Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Mulai Bergerak Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan MBG di Cipatujah.

Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya mulai bergerak melakukan penyelidikan terkait kasus keracunan massal yang menimpa pelajar SMKN Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah personel terlihat mendatangi Puskesmas Bantarkalong, salah satu fasilitas kesehatan tempat para korban dirawat, Rabu (1/10/2025) sore.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya mulai bergerak melakukan penyelidikan terkait kasus keracunan massal yang menimpa pelajar SMKN Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah personel terlihat mendatangi Puskesmas Bantarkalong, salah satu fasilitas kesehatan tempat para korban dirawat, Rabu (1/10/2025) sore.

Mobil Inafis juga dikerahkan untuk melakukan identifikasi awal penyebab keracunan. Dari pantauan di Puskesmas Bantarkalong, petugas menanyai sejumlah saksi, termasuk perawat dan orang tua siswa. Namun, hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian karena petugas masih melakukan tugas di lapangan.

Diberitakan sebelumnya, kasus keracunan diduga akibat menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini awalnya menimpa 33 pelajar, dan kini bertambah menjadi 40 orang. Kepala Desa Padawaras, Yayan Siswandi, membenarkan perkembangan tersebut. 

"Info terbaru 40 orang yang keracunan," ujarnya kepada awak media, Rabu sore.

Yayan menjelaskan, para pelajar mengalami gejala mual, sakit perut, diare, dan pusing, yang muncul setelah mereka pulang ke rumah masing-masing, bukan saat di sekolah.

"Soalnya dari sekolah sudah bubar, mereka makan siang tadi di rumah. Diindikasikan ada daging yang kurang higienis, agak bau," tambahnya.

Saat ini, para korban tengah mendapatkan perawatan medis di klinik dan dua puskesmas, yakni di wilayah Cipatujah dan Bantarkalong. Ambulans desa juga disiagakan untuk antisipasi keadaan darurat. 

"Masih belum bertambah, korban disebar ke klinik dan puskesmas, ambulans desa standby," pungkas Yayan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement