Ikuti Kami :

Disarankan:

Tingkatkan Kinerja dalam Penanganan Stunting, Pj Wali Kota Tasikmalaya Sidak ke Kecamatan dan Kelurahan

Senin, 26 Agustus 2024 | 23:16 WIB
Tingkatkan Kinerja dalam Penanganan Stunting, Pj Wali Kota Tasikmalaya Sidak ke Kecamatan dan Kelurahan
Tingkatkan Kinerja dalam Penanganan Stunting, Pj Wali Kota Tasikmalaya Sidak ke Kecamatan dan Kelurahan. Foto: NewsTasikmalaya.com/ Istimewa

Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor kecamatan dan kelurahan pada, Senin (26/8/2024) siang.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor kecamatan dan kelurahan pada, Senin (26/8/2024) siang.

Langkah ini diambil untuk memastikan program Pemerintah Kota Tasikmalaya berjalan dengan efektif, khususnya dalam penanganan kasus stunting.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Cheka adalah Kecamatan Bungursari. Dalam kunjungannya, Cheka menekankan pentingnya intervensi bagi ibu hamil, terutama mereka yang berisiko tinggi melahirkan bayi dengan stunting.

"Oleh karena itu, kita membutuhkan penanganan yang lebih nyata. Saat ini, kita sedang mendata seluruh ibu hamil di Kota Tasikmalaya," ujar Cheka di Kantor Kecamatan Bungursari.

Cheka menjelaskan bahwa berdasarkan data yang ada, banyak kasus baru stunting yang berasal dari bayi yang baru lahir.

"Ini berarti, sebagian besar bayi yang telah kami tangani sebelumnya tidak lagi mengalami stunting. Namun, kasus baru muncul karena kami belum melakukan penanganan pada ibu hamil," ungkapnya.

Di Kecamatan Bungursari sendiri, terdapat setidaknya 317 ibu hamil. Cheka menegaskan bahwa program ini akan dilaksanakan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, dengan para camat bertanggung jawab memastikan tidak ada kasus stunting baru di wilayah mereka.

"Saat ini, kami fokus pada penanganan untuk mencapai nol kasus stunting. Stunting baru berasal dari bayi yang baru lahir atau ibu yang baru melahirkan. Oleh karena itu, kami memberikan penanganan sejak ibu hamil, memastikan mereka mengonsumsi obat penambah darah dan protein hewani seperti telur dan susu," jelasnya.

Cheka menegaskan bahwa camat harus terus berkoordinasi dengan dirinya dan lurah untuk memastikan tidak ada kasus stunting baru di kecamatan mereka.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement