TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tingkat SMA dan SMK di Kota Tasikmalaya diisi dengan materi wawasan kebangsaan dan pengenalan program 'Pancawaluya' yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari unsur TNI dan Polri.
Seperti terlihat di SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Selasa (15/7/2025), para siswa baru mengikuti pemaparan langsung dari anggota TNI dan Polri mengenai nilai-nilai kebangsaan serta lima nilai utama dalam program Pancawaluya, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Tasikmalaya, Akuh, menyampaikan bahwa tahun ini sekolahnya menerima 481 siswa baru yang kini sedang mengikuti MPLS hingga Jumat (18/7/2025) mendatang. Kegiatan ini juga menjadi ajang sinergi antara pihak sekolah dengan aparat keamanan dalam membentuk karakter siswa.
"Tujuannya materi itu agar karakter anak-anak pribadi unggul, kabisa memiliki keterampilan, katarima bisa diterima di perguruan tinggi," kata Akuh kepada wartawan.
Ia menambahkan, selain materi kebangsaan, kegiatan MPLS juga mencakup materi tentang sekolah ramah lingkungan serta pelatihan baris-berbaris yang disampaikan oleh TNI. Selain itu, pengenalan organisasi dan kegiatan kesiswaan akan dibawakan oleh siswa senior sebagai bentuk pendampingan.
"Hasil penjaringan siswa baru di SMA Negeri 1 Tasikmalaya, jumlah siswa per kelasnya masih berisi rata-rata 40 siswa yang menempati 12 kelas atau rombel," ungkapnya.
Akuh juga mengungkapkan bahwa seluruh ruang kelas di sekolahnya telah dilengkapi fasilitas pendingin ruangan atau AC sejak beberapa tahun lalu, guna mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.
"Pak Dedi Mulyadi dari informasi yang kami dapat, akan memberikan bantuan AC juga untuk sekolah demi kenyamanan siswa belajar, terima kasih Pak Gubernur," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa rasio jumlah guru dan siswa di SMA Negeri 1 Tasikmalaya masih seimbang dan proses belajar sejauh ini berjalan lancar.
"Di SMA Negeri Tasikmalaya antara jumlah guru dan jumlah murid masih berbanding dan tidak ada kendala apapun," tandasnya.