Ikuti Kami :

Disarankan:

Ular Kobra Satroni Balai Desa Banjarsari Ciamis, Damkar Turun Tangan

Jumat, 01 Agustus 2025 | 10:20 WIB
Ular Kobra Satroni Balai Desa Banjarsari Ciamis, Damkar Turun Tangan
Ular Kobra Satroni Balai Desa Banjarsari Ciamis, Damkar Turun Tangan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Istimewa.

Suasana malam di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mendadak tegang. Seekor ular kobra jawa (Naja sputatrix) sepanjang satu meter tiba-tiba muncul dan masuk ke dalam gedung balai desa, Kamis (31/7/2025) malam.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Suasana malam di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mendadak tegang. Seekor ular kobra jawa (Naja sputatrix) sepanjang satu meter tiba-tiba muncul dan masuk ke dalam gedung balai desa, Kamis (31/7/2025) malam.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 21.15 WIB, ketika Kepala Desa Banjarsari, Ropik Hiekmayana, baru saja tiba di kantornya. Saat hendak masuk ke ruang kerja, ia memergoki seekor ular hitam melata cepat ke arah ruang pelayanan.

Tak ingin mengambil risiko, sang kuwu segera menutup akses ruangan dan menghubungi petugas Damkar yang sedang piket di Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari. Tiga personel di antaranya Bintang, Rizki, dan Uju Suparman, bergerak cepat menuju lokasi dengan mobil pancar Z 8159 T.

"Saat dievakuasi, posisi ular sedang bersembunyi di bawah meja, tepat di depan aula balai desa," ungkap Kasi Pengendalian Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Trisyanto, Jumat (1/8/2025).

Petugas kemudian melakukan penanganan dengan menggunakan alat penjepit khusus. Proses evakuasi berlangsung cepat namun penuh kehati-hatian, mengingat ular kobra merupakan jenis berbisa yang cukup agresif.

Tak butuh waktu lama, ular tersebut berhasil diamankan. Situasi di Balai Desa pun kembali kondusif.

"Sekitar pukul 21.30 WIB, ular berhasil kita evakuasi dan setelah dipastikan aman, tim kembali ke pos," tambah Trisyanto.

Meski tak ada korban dalam insiden ini, kemunculan ular berbisa di fasilitas pelayanan publik tentu saja menjadi perhatian. Lokasi Balai Desa yang berada di dekat area semak dan sawah diduga menjadi salah satu penyebab ular bisa masuk ke permukiman.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement